Pengelolaan Otoritas pada Ketua Organisasi Mahasiswa di Universitas Gadjah Mada: Perspektif Pengurus Harian
FELIA RACHMILA, Faturochman, Prof. Dr., M.A.
2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengelolaan otoritas ketua organisasi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada. Otoritas merupakan wewenang yang dimiliki individu untuk mengelola suatu organisasi yang telah dilegitimasi secara legal dan birokratis. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara bersama empat orang responden yang telah diseleksi melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan otoritas merupakan manajemen interaksi antara ketua dan organisasi yang membuahkan keberhasilan atau kegagalan. Selama memimpin kepengurusan, ketua organisasi mahasiswa memiliki empat aspek otoritas, yaitu; pengambilan keputusan (metode otoriter atau musyawarah), pengarahan bawahan (pendekatan orientasi tujuan atau kekeluargaan), pembangunan komunikasi: komunikasi organisasi (sistem satu arah atau resiprokal) dan komunikasi interpersonal (substansial atau emosional), serta pembentukan kebijakan (berdasarkan pemikiran individu atau pemetaan permasalahan).
This study aimed to assess and analyze the management of authority by the head of the student organization at Universitas Gadjah Mada. Authority is the power that individuals have to manage an organization that has been legally and bureaucratically legitimized. The case study qualitative approach was used in this study. Through purposive sampling, four respondents were selected to be interviewed. Results showed that the management of authority is the management of interactions between the chairman and the organization which results in success or failure. While leading the management, the head of the student organization has four aspects of authority, namely; decision making (authoritarian or deliberation method), subordinate direction (goal-oriented or family-oriented approach), communication development: organizational communication (one-way or reciprocal system) and interpersonal communication (substantial or emotional), and policy formation (based on individual thinking or problem mapping).
Kata Kunci : otoritas, kepemimpinan, organisasi mahasiswa, ketua organisasi