Laporkan Masalah

ZONASI WILAYAH TERANCAM BENCANA GERAKAN MASSA MENGGUNAKAN METODE COSEISMIC SUSCEPTIBILITY ASSESMENT WILAYAH KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

TOMY HIDAYAT HERAWAN, Dr. Agung Setianto, S.T., M.Si., IPM

2021 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Daerah penelitian yang terletak di Kecamatan Dlingo berada dekat dengan Sesar Opak dan Sesar Oyo yang masih aktif dengan tingkat kerawanan gempa bumi menengah dan tinggi, sehingga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya gerakan massa coseismik. Selain itu, pemukiman yang cukup padat berada di daerah penelitian tentunya memiliki potensi bencana yang dapat mengancam sewaktu-waktu. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi lima parameter. Masing-masing parameter diberikan skor untuk perhitungan nilai indeks ancaman longsor yang diolah menjadi peta zonasi ancaman longsor. Batas administratif di daerah penelitian ditumpangtindihkan dengan peta zonasi ancaman longsor untuk mengetahui tingkat potensi kerawanan desa terhadap gerakan massa. Kondisi geologi daerah penelitian tersebut mendapat skor 2-5 dalam perhitungan nilai indeks ancaman longsor. Kemiringan lereng daerah penelitian terdiri dari datar-sangat curam dengan skor 1-5. Intensitas gempa di daerah penelitian adalah sedang dengan skor 5. Tingkat curah hujan daerah penelitian adalah sangat tinggi dengan skor 5 dan tingkat kelembaban tanah daerah penelitian adalah sedang dengan skor 3. Hasilnya, zonasi ancaman longsor didaerah penelitian terdiri dari tiga tingkat potensi ancaman yaitu cukup , sedang dan tinggi.

The research area which is located in Dlingo District is close to the Opak Fault and the Oyo Fault which are still active with medium and high earthquake hazard levels, so it is feared that they could trigger coseismic landslides. Besides that, the densely populated settlements in the research area certainly have the potential for disasters that can threaten at any time. The research was conducted by identifying five parameters. Each parameter is given a score for calculating the landslide threat index value which is processed into a landslide hazard zoning map. Administrative boundaries in the study area are overlaid with landslide hazard zoning maps to determine the potential level of village vulnerability to mass movement. The geological condition of the research area got a score of 2-5 in the calculation of the landslide threat index value. The slope of the study area consists of flat-very steep with a score of 1-5. The intensity of the earthquake in the study area was moderate with a score of 5. The level of rainfall in the study area was very high with a score of 5 and the humidity level of the soil in the study area was moderate with a score of 3. The result, the landslide threat zoning in the study area consisted of three levels of potential threats, namely sufficient, medium and high.

Kata Kunci : coseismik/coseismic, longsor/landslide, gempa bumi/earthquake, ancaman/threat, bencana/hazard

  1. S1-2021-400068-abstract.pdf