Laporkan Masalah

Perbandingan Sudut Nasolabial dan Mentolabial Pada Maloklusi Angle Kelas I antara Laki-laki dan Perempuan

FADEL MUHAMAD S, drg. Christnawati, M. Kes., Sp.Ort(K); drg. Darmawan Soetantyo, S.U., Sp.Ort(K)

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Analisis sudut nasolabial dan mentolabial dapat membantu klinisi mengetahui profil jaringan lunak, sehingga penentuan rencana perawatan ortodonti dapat maksimal. Data sudut nasolabial dan mentolabial orang Indonesia pada kenyataanya masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan sudut nasolabial dan mentolabial pada maloklusi Angle kelas I antara laki-laki dan perempuan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan pada 25 sefalogram lateral laki-laki dan 84 sefalogram lateral perempuan subjek orang Indonesia dengan kriteria maloklusi Angle Kelas I, usia 18-22 tahun, gigi-gigi permanen lengkap, belum pernah dilakukan perawatan ortodonti, tidak memiliki kebiasaan buruk. Pengukuran sudut nasolabial dan sudut mentolabial dilakukan dengan aplikasi DBSWIN. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji independent t-test. Hasil uji independent t-test sudut nasolabial dan mentolabial antara laki-laki dan perempuan pada maloklusi Angle kelas I orang Indonesia tidak bermakna (p>0.05). Rerata sudut nasolabial laki-laki sebesar 93.26o dan perempuan 92.52o. rerata sudut mentolabial laki-laki sebesar 130.6o dan perempuan 125.7o. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan sudut nasolabial dan mentolabial antara laki-laki dan perempuan pada maloklusi Angle kelas I orang Indonesia.

Measurement of nasolabial angle and mentolabial angle is an important clinical examination in pre-orthognathic surgery assessment, but data on Indonesians population is limited. This study was therefore conducted the range of nasolabial angle and mentolabial angle in Angle class I malocclusion with comparison of males and females. Cross-sectional study was performed on 25 male and 84 female lateral cefalograms of Indonesian people subjects with inclusion criteria class I Angle’s malocclusion, 18-22 years old, completed permanent teeth, no history of orthodontic treatment and bad habits. Nasolabial and mentolabial angles were measured by using DBSWIN application. The result were analyzed by using independent t-test. The results of independent t-test for nasolabial and mentolabial angles between men and women Class I Angle’s malocclusion of Indonesians people were insignificant (p> 0.05). While the mean of male nasolabial angle were 93.26o and female 92.52o. The mean of male mentholabial angle were 130.6o and female 125.7o. Conclusion: There is no differences in nasolabial and mentolabial angles between men and women in Class I Angle’s malocclusion of Indonesian people.

Kata Kunci : Sudut nasolabial, sudut mentolabial, jenis kelamin, maloklusi Angle kelas I, Orang Indonesia

  1. S1-2021-398086-abstract.pdf  
  2. S1-2021-398086-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2021-398086-title.pdf  
  4. S1-2021-3980986-bibliography.pdf