Perbandingan pengaruh ekstrak daun kayu putih (Melaleuca leucadendra), secang (Caesalpinia sappan), dan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) tehadap hidrofobisitas bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175
YASMIN REGITA ANJANI, drg. Trianna Wahyu Utami, MD.Sc., Ph.D; dr. Rini Maya Puspita, M.Sc
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIKaries merupakan penyakit mulut yang paling sering diderita oleh masyarakat. Salah satu penyebab karies adalah bakteri. Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri kariogenik penyebab karies gigi. Kemampuan yang dimiliki oleh bakteri S. mutans sebagai langkah awal terjadinya karies adalah perlekatan dengan interaksi hidrofobis antara protein adhesin pada membran sel S. mutans dengan acquired pellicle di pemukaan gigi. S. mutans ATCC 25175 merupakan salah satu galur bakteri S. mutans yang ditemukan pada karies dentin. Daun kayu putih (Melaleuca leucadendra), secang (Caesalpinia sappan), dan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) mengandung zat aktif berupa eucalyptol, flavonoid, tannin, dan eugenol yang berpotensi menurunkan perlekatan bakteri. Zat tersebut dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh ekstrak daun kayu putih, secang, dan kayu manis terhadap hidrofobisitas S. mutans ATCC 25175. Hidrofobisitas bakteri S. mutans ATCC 25175 ditentukan dengan pengukuran sudut kontak bakteri yang telah diberi perlakuan sesuai kelompoknya, yaitu kontrol, ekstrak daun kayu putih, secang, dan kayu manis dengan konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%. Suspensi bakteri dicampur dengan sediaan sesuai kelompok serta kaldu BHI, lalu diinkubasi 24 jam suhu 37oC. Kemudian bakteri dikultur kembali sembari didepositkan pada membran filter selulosa asetat selama 24 jam. Selanjutnya membran dikeringkan untuk dilakukan drop file analysis serta pengukuran sudut kontak menggunakan software ImageJ. Data dianalisis statistik menggunakan oneway ANOVA serta post hoc LSD (p<0,05). Hasil analisis one-way ANOVA serta post hoc LSD menunjukan bahwa bila dibandingkan antara ekstrak daun kayu putih, secang, dan kayu manis, konsentrasi 25% dan 50% berbeda secara signifikan, sedangkan konsentrasi 12,5% tidak berbeda signifikan. Ekstrak daun kayu putih dan kayu manis konsentrasi 50% tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun kayu putih, secang, dan kayu manis sama-sama dapat menurunkan hidrofobisitas bakteri S. mutans ATCC 25175.
Caries is the most common oral disease suffered by the community. One of the causes of caries is bacteria. Streptococcus mutans is one of the carcinogenic bacteria that cause dental caries. The ability possessed by bacteria S. mutans as an initial cause of caries is the attachment to the teeth surface by hydrophobic interaction between adhesin proteins in the cell membrane S. mutans with acquired pellicle on the teeth surface. S. mutans ATCC 25175 is one of the strains of S. mutans bacteria found in dentinal caries. Eucalyptus leaves (Melaleuca leucadendra), sappan (Caesalpinia sappan), and cinnamon (Cinnamomum zeylanicum) contain active substances such as eucalyptol, flavonoids, tannins, and eugenol that have the potential to decrease bacterial attachment. Such substances can be obtained by extraction. This study aims to find out the difference in the influence of eucalyptus, sappan, and cinnamon leaf extract on the hydrophobicity of S. mutans ATCC 25175. Bacterial hydrophobicity of S. mutans ATCC 25175 is determined by measuring the contact angle of bacteria that have been treated according to their group, namely control, eucalyptus leaf extract, sappan, and cinnamon with concentrations of 12.5%, 25%, and 50%. The suspension of bacteria is mixed with preparations according to the group as well as BHI broth, then incubated 24 hours at a temperature of 37oC. Then the bacteria is re-cultured while being deposited on the cellulose acetate filter membrane for 24 hours. Furthermore, the membrane is dried to be done drop file analysis as well as measurement of contact angle using ImageJ software. The data analyzed statistics using one-way ANOVA as well aspost hoc LSD (p<0.05). The results of ANOVA and post hoc LSD one-way analysis showed that when compared between eucalyptus, sappan, and cinnamon leaf extracts, concentrations of 25% and 50% differed significantly, while concentrations of 12.5% did not differ significantly. Eucalyptus and cinnamon leaf extract concentrations of 50% do not differ significantly against positive control. The conclusion of this study is that eucalyptus, sappan, and cinnamon leaf extracts can both lower bacterial hydrophobicity of S. mutans ATCC 25175.
Kata Kunci : kayu putih, secang, kayu manis, ekstrak, hidrofobisitas, Streptococcus mutans ATCC 25175