Laporkan Masalah

POTENSI KURKUMIN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PERIODONTAL DRESSING

FARAH L. ADIBA, drg. Suryono, SH., MM., PhD; drg. Nur Rahman Ahmad Seno Aji, MDSc., Sp. Perio

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Periodontal dressing adalah material yang digunakan setelah prosedur perawatan periodontal untuk melindungi luka di dalam rongga mulut dan mencegah infeksi. Penumpukan plak di bawah periodontal dressing dan meningkatnya inflamasi merupakan beberapa kekurangan digunakannya periodontal dressing. Periodontal dressing tidak memiliki bahan aktif sehingga diperlukan bahan tambahan untuk meningkatkan efek terapetik dalam periodontal dressing. Kurkumin merupakan bahan herbal yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Penambahan kurkumin berpotensi meningkatkan efek terapetik periodontal dressing. Tujuan penulisan narrative review ini adalah mengkaji potensi kurkumin sebagai bahan tambahan periodontal dressing. Pencarian literatur dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci periodontal dressing, zinc oxide, curcumin, turmeric (kunyit), herbal, wound healing, dan periodontal. Dari ketiga database didapatkan total jurnal adalah 468 jurnal kemudian dilakukan seleksi dengan kriteria inklusi, eksklusi, dan duplikasi didapatkan 57 jurnal. Jumlah jurnal yang digunakan adalah 44. Kurkumin memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi untuk mencegah penumpukan plak dan meningkatkan penyembuhan luka, serta memiliki biokompatibilitas yang baik terhadap jaringan periodontal. Penggabungan kurkumin dengan zinc oxide sebagai salah satu bahan dalam periodontal dressing tetap menunjukkan sifat antiinflamasi pada luka. Sifat antibakteri dan antiinflamasi dalam kurkumin berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan tambahan dalam periodontal dressing guna meningkatkan efek terapetik dan mengatasi kekurangan penggunaan periodontal dressing.

Periodontal dressing is a material used after periodontal procedures to protect wound from movements inside oral cavity and infection. Plaque accumulation under dressing and increased inflammation are reported limitations in the use of periodontal dressing. Periodontal dressing does not possess active ingredient therefore it is needed additional ingredient to improve therapeutic effect of periodontal dressing. Curcumin is herbal ingredient that possesses antibacterial and antiinflammation activities. Curcumin addition potentially improve therapeutic effect of periodontal dressing. The objective of this narrative review was to provide a study the potency of curcumin as an additional ingredient in periodontal dressing. Literature search in the form of journal sourced from PubMed, Scopus, and Google Scholar based on keywords of periodontal dressing, zinc oxide, curcumin, turmeric, herbal, wound healing and periodontal. 468 journals from those databases were being selected according to inclusion and exclusion criteria. Elimination for duplicated journal was also done which equals to 57 journals. The total journals used were 44. The antibacterial and antiinflammation properties of curcumin was effective to prevent plaque accumulation and to improve wound healing. Curcumin also showed good biocompatibility to periodontal tissue. Incorporation between curcumin and zinc oxide as one of ingredients in periodontal dressing kept on showing antiinflammation when applied on wounded tissue. Antibacterial and antiinflammation activities of curcumin were potential to be an additional ingredient in periodontal dressing to improve therapeutic effect and overcome limitations of periodontal dressing.

Kata Kunci : periodontal dressing, zinc oxide, kurkumin, kunyit

  1. S1-2020-409202-abstract.pdf  
  2. S1-2020-409202-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-409202-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-409202-title.pdf