PERBANDINGAN KONDISI KEBERDAYAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERDASARKAN PENGHITUNGAN RESIDENT EMPOWERMENT THROUGH TOURISM SCALE (RETS) DI DESA WISATA GIYANTI
EVI OKTAVIANA, Dr. Wiwik Sushartami, M.A.
2020 | Skripsi | S1 PARIWISATAPengembangan pariwisata khususnya desa wisata tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan masyarakat. Pembangunan pariwisata dikatakan berhasil bila dapat memberi kontribusi pada bidang sosial dan budaya, tidak hanya dari bidang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat keberdayaan laki-laki dan perempuan dalam praktik pariwisata di Desa Wisata Giyanti berdasarkan Resident Empowerment through Tourism Scale (RETS). Alat ukur RETS dirancang oleh Boley dan McGehee (2014) melalui penelitian kuantitatif. Melalui RETS, penelitian ini akan melihat nilai rata-rata masing-masing item pernyataan dari tiga dimensi, yaitu; sosial, psikologis, dan politik. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan 124 kuesioner kepada masyarakat Dusun Giyanti yang termasuk dalam usia produktif 18-64 tahun, baik yang terlibat maupun tidak terlibat dalam kegiatan pariwisata. Selain itu, wawancara dengan berbagai narasumber terkait juga dilakukan guna mendapatkan hasil yang faktual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan perempuan baik yang terlibat maupun tidak terlibat dalam kegiatan pariwisata lebih tinggi daripada laki-laki. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil temuan dalam penelitian ini yaitu perempuan yang terlibat dalam kegiatan pariwisata mendapatkan nilai rata-rata total sebesar 3,46 pada dimensi psikologis, 3,37 pada dimensi sosial, dan 3,10 pada dimensi politik. Sedangkan laki-laki yang terlibat dalam kegiatan pariwisata memperoleh nilai rata-rata total sebesar 3,41 pada dimensi psikologis, 3,13 pada dimensi sosial, dan 2,82 pada dimensi politik. Kemudian perempuan yang tidak terlibat dalam kegiatan pariwisata mendapatkan nilai rata-rata total sebesar 2,77 pada dimensi psikologis, 2,16 pada dimensi sosial, dan 2,09 pada dimensi politik. Kemudian laki-laki yang tidak terlibat dalam kegiatan pariwisata mendapatkan nilai rata-rata total sebesar 2,36 pada dimensi psikologis, 1,87 pada dimensi sosial dan, 1,97 pada dimensi politik.
Tourism development, especially tourism villages, cannot be separated from community empowerment. Tourism development is successful if it can contribute to the social and cultural sectors, not only from the economic sector for the people who are involved in it. This study aims to determine the comparison of the condition between men's and women's empowerment in Giyanti Tourism Village based on the Resident Empowerment through Tourism Scale (RETS). RETS measurement tool was designed by Boley and McGehee (2014) through quantitative research. Through RETS, this study will look at the mean score of each statement item from the three dimensions; social, psychological, and political. This research was conducted by distributing 124 questionnaires to the people of Giyanti Village who are included in the productive age of 18-64 years, whether they are involved or not involved in tourism activities. Besides, interviews with related sources were also conducted to obtain factual results. The results show that the level of women's empowerment, both involved and not involved in tourism activities, is higher than men's. Women who are involved in tourism activities get a mean score of 3.46 in the psychological dimension, 3.37 in the social dimension, and 3.10 in the political dimension. Meanwhile, men who were involved in tourism activities obtained a mean score of 3.41 in the psychological dimension, 3.13 in the social dimension, and 2.82 in the political dimension. Then, women who are not involved in tourism activities get a mean score of 2.77 in the psychological dimension, 2.16 in the social dimension, and 2.09 in the political dimension. Then the men who were not involved in tourism activities got a mean score of 2.36 in the psychological dimension, 1.87 in the social dimension, and 1.97 in the political dimension.
Kata Kunci : keberdayaan masyarakat, resident empowerment through tourism scale, kesetaraan gender