Pelaksanaan Kegiatan Kampanye Anti Narkotika Pada Generasi Millenial di Lingkungan Sekolah di SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Makassar Serta Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan Sosial (Studi: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Tahun 2016-2018)
PATRIA DANIANTO, Prof.Dr. Sudjito, SH.,M.Si; Dr. Muhamad Supraja, SH.,M.Si
2021 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi peran BNNP Sulawesi Selatan Bidang P2M sebagai upaya mendukung program pemerintah pada kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan sekolah di wilayah Kota Makassar. Kegiatan kampanye anti narkotika yang dilaksanakan oleh BNNP Sulawesi Selatan berupa Sosialisasi, Pemeriksaan Urine, dan Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkotika di lingkungan sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dan informan dalam penelitian ini adalah kepala bidang dan seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Sulawesi Selatan, Kepala Sekolah SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Makassar, Kepala Satuan Reserse (Kasatres) narkoba Polrestabes Makassar, siswa peserta kegiatan kampanye anti narkotika SMAN 1 dan SMAN 2 Makassar dan perwakilan pihak orang tua siswa yang pernah terlibat kegiatan sosialisasi di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan pencermatan dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis Konstruksi Sosial oleh Peter L Berger dan Thomas Luckman, teori peran oleh Jefrey C Bauer, dan Analisis SWOT oleh Freddy Rangkuti. Penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil temuan bahwa program P4GN yang dilaksanakan oleh BNNP Sulawesi Selatan Bidang P2M pada kurun waktu tahun 2016-2018 di lingkungan pendidikan wilayah Kota Masassar belum maksimal karena ditandai masih tingginya tingkat remaja pengguna narkotika pada usia 16-18 tahun atau pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tingginya tingkat remaja pengguna narkotika tersebut karena belum adanya Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar yang mengatur pencegahan penyalahgunaan narkotika dan kurikulum pencegahan narkotika di sekolah, sehingga lingkungan sekolah belum maksimal atau sepenuhnya aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika pada pelajar. Pada tahun 2019 sudah ada hasil positif atau progress yang baik dengan diterbitkannya Perda Kota Makassar yang mengatur tentang bahaya penyalahgunaan narkotika khususnya terhadap generasi muda di lingkungan sekolah.Tahap Konstruksi Sosial yang dilakukan oleh BNNP Sulsel Bidang P2M kepada pelajar di lingkungan sekolah mempunyai dampak yang signifikan yaitu banyaknya satgas tingkat sekolah yang dibentuk setelah mengenal kegiatan yang dilaksanakan oleh BNNP Sulsel Bidang P2M sehingga menjadikan lingkungan sekolah mempunyai ketahanan yang baik dan bebas terhadap penyalahgunaan narkotika yang sedang marak saat ini.
This study aimed to describe the implementation of the role of prevention and community empowerment South Sulawesi Narcotics Agency as an effort to support the governments program on the policy of prevention and eradication of drug abuse and illicit trafficking in the school environment in the city of Makassar. Anti-drug campaign activities carried out by the South Sulawesi Narcotics Agency in the form of socialization activities, urine examinations, and the formation of anti-drug task forces in the school environment to support the social environment resilience from the dangers of narcotics. This research is a qualitative descriptive study. Research subjects and Research informan were the head of the agency and section of the prevention and community empowerment of the South Sulawesi National Narcotics Agency, the headmaster of the Makassar city of SMAN 1 and SMAN 2, the head of the Makassar resort police drug detective unit, students participating in anti-drug campaign activities from SMAN 1 and SMAN 2. Data colection techniques using in-depth interviews, observation and document observation. Data analysis using Social Construction analysis techiques by Peter L Berger and Thomas Luckman, role theory by Jeffrey Bauer and SWOT analysis by Freddy Rangkuti. The research conducted found that the P4GN program carried out by South Sulawesi Narcotics Agency in the 2016 � 2018 period in the educational environtment of Makassar City was not optimal because it was marked by high level of adolescent drug users at the age of 16 � 18 years or at the high school level. The high level adolescent drug users is dur to the absence of Makassar city regulations governing the prevention of drug abuse and the danger curriculum of drugs in school, so the educational environment is not optimal or fully active in preventing drug abuse among students. In 2019 there have been positive results or good progress with the issuance of Makassar city regulations that regulate the dangers of drug abuse, especially towards young people in the educational environment. Social construction phase carried out by the field of prevention and community empowerment to students in the school environment has a significant impact that is the number of school-level task forces formed after knowing the activities carried out by the field of prevention and community empowerment South Sulawesi Narcotics Agency thus making the educational environment a social environment that has good resilience and is free from the dangers of drugs that are fire today.
Kata Kunci : Bidang P2M BNNP Sulsel, Generasi Muda, Ketahanan Lingkungan Sosial.