PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH DALAM NARASI REPRESENTASI: KETERPILIHAN 3 PERIODE AFNAN HADIKUSUMO PADA PENCALONAN ANGGOTA DPD RI (2009-2024)
NOVIANI UMI LATHIFAH, Bambang Purwoko, Drs., M.A
2021 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor terpilihnya Afnan Hadikusumo sebagai representasi Persyarikatan Muhammadiyah pada Pencalonan Anggota DPD RI Periode 2009, 2014, dan 2019. Penelitian ini menjadi penting untuk diteliti karena Persyarikatan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia hanya mempercayakan pada satu kader yang sama untuk mewakilinya di DPD RI dalam 3 periode berturut-turut. Oleh sebab itu pertanyaan kunci penelitian ini adalah apakah faktor-faktor yang mendasari terpilihnya Afnan Hadikusumo sebagai representasi Persyarikatan Muhammadiyah pada Pencalonan Anggota DPD RI Periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Sedangkan teori yang digunakan secara spesifik adalah teori representasi politik milik Hanna Fenichel Pitkin yang menyatakan bahwa representasi politik meliputi 4 kategori yakni representasi simbolik, representasi deskriptif, representasi formalistik, dan representasi substantif. Berdasar pengumpulan dan interprestasi data, maka dapat disimpulkan bahwa (1) secara representasi simbolik ditunjukkan dengan identitas Afnan sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah melalui penggunaan peci, batik, bahasa daerah, warna hijau, dan kepemilikan nama (Hadikusumo) sebagai identitas simbolik (2) secara representasi deskriptif dibuktikan dengan kiprahnya selama bernaung di persyarikatan dan background (keluarga Kaumannya) yang mendasari dominasi pencalonan sebagai representasi persyarikatan (3) secara representasi formalistik yakni terpenuhinya syarat yang ditentukan persyarikatan sebagai indikator dalam memilih kader sebagai representasi persyarikatan (4) secara representasi substantif menjadi kunci dipercayanya Afnan merepresentasikan persyarikatan hingga 3 kali berturut-turut, pasalnya Afnan memberikan kontribusi konkret dengan merealisasikan program dan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan persyarikatan baik materiil maupun non materiil.
This study aims to analyze the factors that influence the third winning of Afnan Hadikusumo as the representative of Muhammadiyah in the DPD RI election for the 2009, 2014 and 2019 period. This research is important because Muhammadiyah association as one of the largest religious organizations in Indonesia only relies on the same cadre to be represented in the DPD RI election for 3 consecutive periods. Therefore, the key question of this research is what are the factors that underlie the third times winning of Afnan Hadikusumo as the representation of Muhammadiyah in the DPD RI election for the 2009-2014, 2014-2019 and 2019-2024 period. The qualitative research method and case study approach were chosen for this study. The in-depth interviews, literature study, and documentation were used for the data collection. Meanwhile, this study used Hanna Fenichel Pitkin's theory of political representation which states that there are 4 categories in political representation; symbolic representation, descriptive representation, formalistic representation, and substantive representation. Based on the data collection and interpretation, it can be concluded that (1) Afnan used peci/songkok, batik, local language, green color and the Hadikusumo title as the symbolic representation of Muhammadiyah's cadre (2) His (Kauman Family) background and his involvement in the organization underlie the descriptive representation (3) Afnan succeeded in fulfilling the requirements set by the organization as the indicator in selecting cadres as the formalistic representation (4) As a substantive representation, Afnan represents the organization three times in a row because of his reliable contribution towards the organization's interests, both material and non-material.
Kata Kunci : Representasi Politik, Persyarikatan Muhammadiyah, DPD RI, Kader Muhammadiyah