Real Exchange Rate Misalignment and Manufactured Exports in Developing Countries
NANANG ANDRIAN, Prof. Koji Kawabata
2020 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPerdebatan mengenai dampak penyimpangan nilai tukar riil terhadap kinerja ekspor menjadi topik ekonomi yang menarik untuk dibahas hingga saat ini. Beberapa studi menyimpulkan bahwa efek dari penyimpangan tersebut buruk untuk kondisi perekonomian. Namun, hasil penelitian terkini menemukan bahwa penyimpangan nilai tukar riil dapat menjadi mekanisme terbaik kedua untuk meningkatkan kinerja ekspor di negara berkembang. Memiliki harapan untuk berkontribusi lebih dalam diskusi di atas, studi ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak dari penyimpangan nilai tukar riil terhadap ekspor manufaktur. Disamping itu, studi ini juga mengklarifikasi apakah kondisi overvaluasi atau undervaluasi (atau bahkan keduanya) yang dapat mempengaruhi kinerja ekspor. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini untuk ekulibrium nilai tukar riil adalah Behavioural Equilibrium Exchange Rate (BEER). Dengan menggunakan set data panel meliputi 74 negara berkembang dalam periode 1995-2017, penelitian ini menggunakan metode kointegrasi panel dan analisis regresi panel dinamis untuk menjawab dua objektif penelitian. Berdasarkan hasil dari analisis yang robust, penelitian ini menemukan adanya bukti bahwa dampak dari penyimpangan nilai tukar terhadap ekspor manufaktur di negara berkembang memang ada. Hasil tersebut mengungkapkan bahwa undervaluasi memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap kinerja ekspor manufaktur. Akan tetapi, tidak ada dukungan terhadap efek dari overvaluasi. Di sisi lain, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ekspor dapat ditingkatkan melalui peningkatan akses kredit (financial development) dan kualitas institusional.
The debate over the impact of the real exchange rate misalignment on exports has always been an interesting topic to discuss. Several recent studies concluded that the real exchange rate misalignment could be the second-best mechanism to accelerate export performance. However, several studies also revealed that the effect of misalignment is bad for the economy. Intending to contribute more to the discussion above, this study aims to investigate the impact of real exchange rate misalignment on manufactured exports. Besides, this study also clarifies whether overvaluation or undervaluation (or even both) can affect export performance. The concept used for the equilibrium real exchange rate in this study is the Behavioural Equilibrium Exchange Rate (BEER). By using a panel data set covering 74 developing countries over the period 1995-2017, this study conducted the panel cointegration method and dynamic panel regression analysis to answer both research objectives. Based on the results of robust analysis, we find an evidence that the impact of real exchange rate misalignment on manufactured exports exists. The results revealed that undervaluation has a negative and significant impact on manufactured export performance. However, unfortunately, there is no support for the effect of overvaluation. On the other hand, this study also shows that exports can be increased through increased access to credit (financial development) and institutional quality.
Kata Kunci : real exchange rate, misalignment, overvaluation, undervaluation, manufactured exports