Hubungan paparan bising di atas nilai ambang batas terhadap kenaikan nilai ambang dengar tenaga kerja pada frekuensi berjenjang di PT. Asatex Yogyakarta
UTOMO, Djuhartanto, Prof.Dr.dr. Soebijanto
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar belakang penelitian ini dilakukan karena berdasarkan data dari Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2000 dinyatakan bahwa intensitas bising pada Unit Proses terutaina pada unit proses bagian tenun di PT. Asatex Yogyakarta telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yaitu antara 95,8 dB sampai 102 dB. Setelah dilakukan survei pendahuluan di PT Asatex Yogyakarta didapatkan tenaga kerja sulit melakukan pembicaraan pada jarak 1 meter, rata-rata mempunyai masa kerja di atas 5 tahun dan tenaga kerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini adalah untuk inengetahui hubungan antara paparan bising yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) terhadap kenaikan nilai ambang dengar telinga kanan dan telinga kiri tenaga kerja pada frekuensi berjenjang pada PT Asatex Yogyakarta. Metode penelitian yang dipilih observasional dengan rancangan crms sectional. Subyek penelitian adalah tenaga kecja di bagian tenun berjumlah 30 orang, alat penelitian yang digunakan (1) kertas audio, (2) quesioner (3) sound level meter (4) audio meter, dan (5) garpu penala. Data dianalisis dengan analisis produci rnorneni. Hasil penulisan menunjukkan ada hubungan yang positif dan diterima dengan sangat sigifikan (P 5 010) antara paparan bising di atas Nilai Ambang Batas (NAB) terhadap kenaikan nilai ambang dengar tenaga kerja pada frekuensi berjenjang di PT Asatex Yogyakarta baik telinga kanan maupun telinga kin kelompok studi pada frekuensi 500 Hz; 1000 Hz; 2000 Hz; 4000 Hq 6000 Hz.
Background this study was done because, based on the data from Occupational Health Office, Yogyakarta Special Province in the year of 2000, the noise intensity in the processing unit, especially in the processing unit of textile of PT.Asatex, was above the limit level, i.e. between 95.8 dl3 and 12 dE. After the preliminary survey at PT. Asatex, it was found out that the workers were difficult to talk w i t h 1 meter; for those who had worked for more than 5 years in average and those who did not wear self-protectives. This study was aimed at fuding out the relationship between noise over the limit level on hearing IeveI of left and right ears among workers at the interval frequency at PT. Asatex, Yogyakarta. The method was observational using cross-sectional approach. The subjects were 30 workers at the textile department and the instnunents of study were: (1) audio paper, (2) questionnaires, (3) sound level meter, (4) audio meter, ( 5 ) garpu penala. The analysis of data used product moment analysis. The results showed that there was positive relationship and was received very significantly (p _< 010) between noise level above the limit level on workers' hearing at the interval fiequency at PT. Asatex, Yogyakarta, either for left and right ears among the group studied at 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, 6000 Hz.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Bising,Nilai Ambang Dengar,Frekuensi Berjenjang