Ketahanan pangan rumah tangga di masa krisis ekonomi di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta
BANJARNAHOR, Mangapul, Dr.Ir. Moh. Maksum, MSc
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Pangan dan gizi merupakan unsur sangat penting dalam membentuk kualitas sumberdaya manusia yang sehat dan berurnur panjang, cerdas, kreatif, terdtdik, mandiri, bertaqwa dan memililu akses untuk hidup layak. Adanya masalah gizi dan kerawanan pangan memberi indikasi bahwa ketahanan pangan belurn mantap. Krisis ekonomi yang berkepanjangan beresiko memperburuk pola makan keluarga, terutama mereka yang memang tidak mempunyai persediaan dan ketahanan pangan. Melambungnya harga-harga bahan pangan juga diperberat dengan kenyataan bahwa variasi ketersediaan pangan di pasar berkurang sehingga memberikan dampak terhadap konsumsi pangan yang semakin rendah. Apakah krisis ekonomi berdampak terhadap asupan energi dan protein ? Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perkembangan ketahanan pangan rumahtangga di masa krisis ekonomi. Rapcangan Penelitian : Jenis penelitian observasional dengan tipe potong lintang (Cross Sectional). Populasi adalah seluruh rumahtangga yang terdapat di wilayah kabupaten Sleman berdasarkan hasil sensus 1990 dan 2000. Subjek hasil pengumpulan data pemantauan konsumsi gizi tahun 1999-2001 yang diikutsertakan dalam analisis adalah sebanyak 1304 rumahtangga. Data konsumsi pangan dikumpulkan dengan menggunakan metode mengingat-ingat (recall) selama 24 jam. Analisis statistik dengan uji chi square for trend daiam program Epi Info 2000 digunakan untuk melihat kecenderungan variabelvariabel penelitian dari tahun ke tahun di masa krisis ekonomi. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya kecenderungan rata-rata dibaliic penurunan asupan energi dan protein; kecenderungan peningkatan rata-rata prevalensi defisit energi dan protein; kecenderungan penurunan rata-rata proporsi energi dari protein, energi dari karbohidrat, dan energi dari lemak; kecenderungan penurunan rata-rata kontribusi bahan pangan; dan kecenderungan penurunan rata-rata persentase rumahtangga tidak tahan pangan. Kesimpulan : Ketahanan pangan rumahtangga sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor konsumsi pangan. Ketahanan pangan yang rendah ditunjukkan oleh asupan energi dan protein di bawah kecukupan gizi yang dianjurkan. Kata Kunci : asupan, prevalensi, proporsi, kontribusi, ketahanan pangan
Background : Food and nutrition are two important elements in building human resources quality who are healthy and longer life, creative, educated, grown up, religious, and accessable to have proper life. Food problem and food emergency indicate improper food security. A long economical crisis risk to worsen family food intake pattern, mainly for those who have not food security and supply. The bounce of foodstuff prices are worsen with the less of food supply variation in public market. Those facts impact to the decreasing of food consumption.Whether the economical crisis impact for energy and protein intake ? Objectives : The study was proposed to be know the development of household food security in economical crisis era. Methods : This study was observational study with cross-sectional design. Population weze all household within Sleman regency based on National Population Survey 1990 and 2000. Subjects of food consumption survey data involved in analysis during 1999- 2001 were 1304 household. Food consumption data collected with 24 hours recalls methods. Statistic analysis was done to regard variable trends year by year using chisquare for trend with Epi Info 2000 program. Results : Statistic test showed that there was average trend behind energy and protein intake decreasing; average increasing trend of energy and protein deficit prevalence; average decreasing trend of energy of protein, energy of carbohydrate, energy of fat; average decreasing trend of foodstuff contribution; and average decreasing trend of insecure household percentage. Conclusion : Household food security was affected by many factors, one of them was food consumption factor. Food security in low indicated by energy and protein intake below the Recommended Dietary Allowances (RDA).
Kata Kunci : Pangan,Ketahanan Rumah Tangga,Krisis Ekonomi,intake, prevalence, proportion, contribution, food security