Analisis Tingkat Pengungkapan Modal Intelektual dalam Laporan Tahunan di Indonesia
VERONIKA GALUH F K, Singgih Wijayana, S.E., M.Sc., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIAnalisis Tingkat Pengungkapan Modal Intelektual dalam Laporan Tahunan di Indonesia Veronika Galuh Fajar Kartika Singgih Wijayana Magister Akuntansi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia e-mail: veronika.galuh.f@mail.ugm.ac.id Abstrak Tujuan- Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat pengungkapan informasi modal intelektual atau intellectual capital (yang selanjutnya disebut IC) dari perusahaan highly regulated dan non highly regulated di Indonesia Metode Penelitian- Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teori institusional untuk menjelaskan fenomena adanya variasi dalam pengungkapan informasi IC. Data yang digunakan ialah laporan tahunan dari perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan kategorisasi perusahaan sampel ke dalam kategori highly regulated industry sejumlah 172 perusahaan dan non highly regulated industry sejumlah 155 perusahaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 37 sub indikator dengan analisis skoring indeks yang dipilih sebagai metode untuk memberikan bobot pada setiap sub indikator yang diungkapkan dalam laporan narasi. Rentang skor yang digunakan ialah 0,1, dan 2. Temuan- Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat variasi pada pengungkapan informasi IC antara highly regulated industry dan non highly regulated industry. Variasi ini ditunjukkan dari hasil independent t-test sebesar 0,000 yang berarti terdapat variasi dalam pengungkapan informasi IC dari 2 kategori industri tersebut. Variasi ini dijelaskan melalui teori isomorfisme koersif dan mimetis dalam teori institusional, yang mana perusahaan dalam kategori highly regulated industry memiliki tingkat pengungkapan lebih tinggi karena kegiatan bisnis dari industri tersebut memiliki regulasi yang lebih ketat, hal ini merujuk pada isomorfisme koersif. Sedangkan, perusahaan dalam kategori non highly regulated industry memiliki tingkat pengungkapan yang lebih rendah karena pengungkapan dari perusahaan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meniru praktik bisnis yang baik dari perusahaan highly regulated industry, hal ini merujuk pada isomorfisme mimetis. Orisinalitas- Penelitian ini menggunakan teori institusional sebagai kacamata dalam pengamatan terhadap fenomena variasi tingkat pengungkapan informasi IC yang terjadi antara highly regulated industry dan non highly regulated industry. Penelitian ini tidak hanya ditujukan untuk melihat apakah terdapat variasi dalam pengungkapan informasi IC, lebih jauh lagi, penelitian ini ditujukan untuk dapat menjawab mengapa terjadi variasi dalam pengungkapan informasi IC menggunakan isomorfisme yang terdapat dalam teori institusional. Kata kunci: Tingkat pengungkapan; modal intelektual; informasi IC.
Analysis of Intellectual Capital Disclosure Level on Annual Reports in Indonesia Veronika Galuh Fajar Kartika Singgih Wijayana Magister Akuntansi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia e-mail: veronika.galuh.f@mail.ugm.ac.id Abstract Purpose - This study aims to compare the intellectual information or intellectual capital (hereinafter referred to as IC) disclosure level of highly regulated and non-highly regulated companies in Indonesia. Research Methods - This study uses a quantitative approach, with institutional theory to explain the phenomenon of IC information disclosure variations. The data used are annual reports from companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018. In this study, researchers categorized the sample companies into highly regulated industry category, comprising 172 companies, and non-highly regulated industry (155 companies). The instruments used in this study comprised 37 sub-indicators with index scoring analysis selected as a method for giving weight to each sub-indicator revealed in the narrative report. The score ranges used were 0.1 and 2. Findings - The results of the analysis show that there are IC information disclosure variations between the highly regulated industry and the non-highly regulated industry. These variations are shown from the results of the independent t-test of 0.000, which means that there are variations in the IC information disclosure from the 2 industry categories. The variations are explained by the coercive and mimetic isomorphism theory in institutional theory, in which companies in the highly regulated industry category have a higher level of disclosure because the business activities of the industry have tighter regulations, this refers to coercive isomorphism. Meanwhile, companies in the non-highly regulated industry category have a lower level of disclosure because these companies disclosure is motivated by the desire to imitate the good business practices of highly regulated industry companies, this refers to mimetic isomorphism. Originality - This study uses institutional theory as a viewpoint in observing the phenomenon of IC information disclosure level variations that occur between highly regulated industries and non-highly regulated industries. This study not only intends to see whether there are variations in IC information disclosure, furthermore, this study also aims to answer why there are variations in IC information disclosure using isomorphisms found in institutional theory. Key words: Level of disclosure; intellectual capital; IC information.
Kata Kunci : Tingkat pengungkapan; modal intelektual; informasi IC.