Laporkan Masalah

HUBUNGAN DEEP TERMINAL NEGATIVITY GELOMBANG P DI LEAD V1 PADA ELEKTROKARDIOGRAM DENGAN FUNGSI BOOSTER PUMP ATRIUM KIRI PADA PASIEN STENOSIS MITRAL

ENJANG DWIWURI Y, dr. Hasanah Mumpuni, SpPD, SpJP(K).; dr. Erika Maharani, SpJP(K)

2020 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Latar Belakang: Stenosis mitral merupakan komplikasi yang umum didapatkan pada PJR. Pada stenosis mitral terjadi perubahan hemodinamik yang memiliki konsekuensi remodelling fungsional, struktural dan elektrikal. Booster pump merupakan salah satu fungsi atrium kiri yang penting pada kondisi stenosis mitral dan dapat dinilai secara volumetrik dengan ekokardiografi. Deep Terminal Negativity P di lead V1 merupakan penyederhanaan dari PTFV1 yang dapat dinilai dengan pemeriksaan EKG permukaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada pasien stenosis mitral. Metode: Lima puluh enam subjek stenosis mitral dengan irama jantung sinus dilakukan penelitian potong lintang. Pengukuran kedalaman defleksi negatif terminal gelombang P di lead V1 diambil dari pemeriksaan EKG permukaan 12 lead. Penilaian fungsi booster pump atrium kiri dilakukan secara volumetrik dengan pemeriksaan TTE. Hubungan antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri dianalisis dengan uji korelasi dan regresi linear berganda. Hasil: Pada penelitian ini median DTNPV1 dan fungsi booster pump atrium kiri adalah 1,28 dan 13,97. Korelasi Spearman menunjukkan korelasi yang sangat lemah antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada pasien stenosis mitral (r = -0,134 dan p = 0,236). Korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan negatif dengan tingkat sedang dan bukti statistik yang signifikan antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada kelompok pasien stenosis mitral yang memiliki nilai DTNPV1 >1mm hingga <=2mm (r = -0,529 dan p = 0,01). Terdapat hubungan negatif tingkat sedang antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada subjek stenosis mitral yang disertai regurgitasi mitral (r = -0,497; p = 0,05) dan terdapat hubungan positif tingkat sedang antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada subjek stenosis mitral yang disertai kelainan katup aorta (r = 0,503; p = 0,06) walaupun keduanya tidak memberikan signifikansi secara statistik. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa penggunaan penyekat Beta dan dispersi gelombang P memiliki hubungan yang independen terhadap fungsi booster pump atrium kiri. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada pasien stenosis mitral. Terdapat hubungan negatif yang cukup kuat dengan bukti statistik yang signifikan antara DTNPV1 dengan fungsi booster pump atrium kiri pada pasien stenosis mitral yang memiliki nilai DTNPV1 > 1mm hingga <= 2mm.

Background: Mitral stenosis is a common complication of rheumatic heart disease. Stenosis mitral has remodelling consequencies i.e functional, structural and electrical due to haemodynamic changing. Booster pumpis a crucial function of left atrium in mitral stenosis and colud be assesed volumetrically by echocardiography. Deep Terminal Negativity P wave on V1is a simplified PTFV1 and could be measured with surface ECG examination. Methods: A total of 56 participants with mitral stenosis and sinus rythm were enrolled in a cross sectional study. DTNPV1 was calculated from 12 lead surface ECG recording.Booster pump function were measured in all study participants volumetrically by TTE. Correlation analysis and further multiple linear regression analysis were done to observe the relationship of DTNPV1 and left atrial booster pump function. Results: Median of DTNPV1 and booster pump function was 1,28 and 13,67. Spearman correlation analysis revealed there was no significant correlation between DTNPV1 and left atrial booster pump function ( r = -0,134 and p =0,236). Spearman analysis revealed significant moderate negative correlation between DTNPV1 and left atrial booster pump function in group of participants with DTNPV1 > 1mm but <= 2 mm (r = -0,529 dan p = 0,01). There was a moderate negatif correlation between DTNPV1 and left atrial booster pump function in group of participants with mixed VHD mitral stenosis and mitral regurgitation (r = -0,497; p = 0,05) and there was a moderate positif correlation between DTNPV1 and left atrial booster pump function in group of multiple VHD (stenosis mitral and aortic involvement i.e aortic stenosis, aortic regurgitation (r = 0,503; p = 0,06) eventhough both were not significant. Furthermore, beta blocker consumption and P wave dispersion were found to have independent relationship with left atrial booster pump function. Conclusion: There was no significant correlation between DTNPV1 and left atrial booster pump function. There was significant moderate negative correlation between DTNPV1 and left atrial booster pump function in mitral stenosis patients with DTNPV1 value > 1mm till <= 2mm.

Kata Kunci : DTNPV1, fungsi booster pump atrium kiri, stenosis mitral, left atrial booster pump function, mitral stenosis

  1. S2-2020-392552-abstract.pdf  
  2. S2-2020-392552-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-392552-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-392552-title.pdf