EKSPRESI mRNA VEGF SERUM DAN JARINGAN PADA MENINGIOMA ORBITOKRANIAL DENGAN RIWAYAT PAPARAN PROGESTERON JANGKA PANJANG
EKA AGUS SETYARINI, Prof. Dr. dr. Agus Supartoto, Sp.M(K).; dr. Tri Wahyu Widayanti Sp.M(K), M.Kes; dr. Didik Setyo Heriyanto Sp.PA, Ph.D;
2020 | Tesis-Spesialis | ILMU KESEHATAN MATAPendahuluan Meningioma merupakan tumor dengan vaskularisasi tinggi. Vascular endothelial growth factor (VEGF) berperan pada angiogenesis dan tumorigenesis meningioma. VEGF disekresi oleh sel tumor ke jaringan interstitial kemudian berdifusi ke pembuluh darah, sehingga konsentrasi VEGF bebas didalam darah meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rerata ekspresi mRNA VEGF serum dan jaringan meningioma orbitokranial. Metode Desain penelitian ini adalah potong lintang. Penelitian dilakukan pada 33 pasien meningioma orbitokranial. Wawancara dilakukan untuk menggali riwayat obstetrik, ginekologi, dan penggunaan kontrasepsi. Pemeriksaan mRNA VEGF serum dan jaringan dilakukan dengan Real-Time PCR. Hasil Tidak terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi mRNA VEGF serum dan jaringan (12.63+-7.00 vs 10.55+-7.25, p>0.05), namun keduanya berkorelasi positif lemah (r= 0.311, p<0.05). Ekspresi mRNA VEGF serum meningkat secara signifikan pada meningioma derajat II dibanding derajat I (22.87+3.99 vs 11.87+-6.70, p<0.05). Peningkatan ekspresi mRNA VEGF terjadi pada kondisi ekspresi mRNA progesteron serum yang rendah, walaupun hubungan tersebut tidak signifikan (r=-0.105, p=0.280). Kesimpulan Ekspresi mRNA VEGF serum tidak berbeda bermakna dengan ekspresi mRNA VEGF jaringan. Peningkatan ekspresi mRNA VEGF berhubungan dengan derajat meningioma.
AIM: Meningioma is a high-vascular tumor. Vascular endothelial growth factor (VEGF) plays a role in angiogenesis and tumorigenesis of meningioma. VEGF is secreted by tumor cells into the interstitial tissue, and then diffuses into the blood vessels therefore the free VEGF concentration in the blood increases. This research aimed to discover the mean differences VEGF mRNA expression between serum and tissue of orbitocranial meningioma. METHODS: This research used cross-sectional design, carried out on 33 meningioma patients and confirmed by anatomical pathology examination. The interview was conducted to delve into their histories of obstetrics, gynecology, and the use of contraception. Serum and tissue VEGH mRNA examinations were performed using Real-Time PCR. RESULTS: Quantitatively there was no significant difference between the serum VEGH mRNA a+-7.25, p>0.05), both of them however were correlated positively weak (r = 0.311, p<0.05). The serum VEGH mRNA expression significantly increased in the grade II meningioma than in the grade I (22.87+3.99 vs 11.87+-6.70, p<0.05). The VEGH mRNA expression increased during the condition of low serum progesterone mRNA expression despite the insignificant relationship (r = -0.105, p = 0.280). CONCLUSION: Significantly the serum VEGF mRNA expression is no different from the tissue VEGF mRNA expression. The increase in VEGF mRNA expression is related to meningioma grade.
Kata Kunci : orbitocranial meningioma, VEGF, progesterone receptor, angiogenesis, RT-cPCR