Laporkan Masalah

Budaya Indekos: Kamar Kos sebagai Ruang Privat Mahasiswa di Yogyakarta

RISKY WAHYUDI, Prof. Dr. Heru Nugroho

2020 | Tesis | MAGISTER KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA

Fenomena indekos dapat dikaji lewat bingkai seorang anak pergi meninggalkan rumah orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan. Faktanya kamar kos bukan semata menjadi kebutuhan tempat tinggal untuk bertahan hidup. Melainkan juga menjadi kebutuhan terhadap ruang privat. Penelitian ini mengkaji bagaimana kamar kos dimaknai oleh mahasiswa sebagai ruang privat yang di satu sisi merupakan ruang hasil produksi kapitalis. Penelitian ini hendak mendialogkan fenomena indekos dengan gagasan Setha Low (2017) terkait konstruksi ruang untuk mengkaji bagaimana mereka yang menempati suatu ruang memiliki kesempatan mengkonstruksi ruang berdasarkan kebutuhannya. Penelusuran lebih lanjut bisa dicermati dari aspek transformasi dan kontestasi yang terdapat di sana. Karenanya penelitian ini dilakukan dengan metode etnografi konstruksi ruang. Fenomena indekos menunjukkan bahwa ruang privat bukanlah ruang yang memberikan kesempatan pada penghuni untuk memiliki otoritas penuh terhadapnya. Pada satu sisi ruang privat merupakan hasil konstruksi sosial dari mereka yang menempati ruang tersebut, berangkat dari pengetahuan dan negosiasi terhadap lingkungan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ruang privat merupakan ruang yang dapat dimiliki dan dilakukan kontrol terhadapnya dalam kapasitas tertentu, sembari juga dapat berfungsi sebagai ruang untuk menyembunyikan hal tertentu. Kamar kos bukan semata ruang yang digunakan secara fungsional, melainkan juga dijadikan sebagai ruang untuk menampilkan identitas si pemilik kamar. Menariknya kemudian kehadiran kamar kos sebagai ruang privat ini dapat dijadikan sebagi ruang pemberdayaan bagi mereka yang menempati

The phenomenon of boarding house (indekos) can be discussed from the perspective of a young person leaving their parents' house to continue their education in college. In fact, boarding house (kamar kos) is not just a place to stay in order to survive. But it is also a need for private space. This study examines how boarding rooms are interpreted by students as a private space which on the one hand is a capitalist production space. This research dialogues the boarding house phenomenon with Setha Low's (2017) idea about the construction of space to examine how they in a space have the opportunity to construct space based on their needs. Further discussion can be explored from the aspects of transformation and contestation there. Therefore, this research was conducted using the ethnographic method of space construction. The phenomenon of boarding houses shows that private space is not a space that gives residents the opportunity to have full authority over it. It is the result of social construction carried out by those who are there, influenced by the knowledge and negotiation of the environment. This research explains that private space is a space that can be owned and have control over it in a limited capacity, while also serving as a space to hide certain things. In the context of the boarding house here, it is not just a space that is used functionally, but is also used as a space to display the identity of the occupants. Interestingly, this private space can be used as a space for empowerment for those who live in it.

Kata Kunci : Ruang Privat, Indekos, Mahasiswa

  1. S2-2021-435135-abstract.pdf  
  2. S2-2021-435135-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2021-435135-title.pdf  
  4. S2_2021-435135-bibliography.pdf