Laporkan Masalah

Resiliensi dan Keberlanjutan Usaha Daur Ulang Kain Batik Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi pada CV. Adi Jaya Makmur Dzaqella Collection)

M AKBAR LANGLANG B, Rocky Adiguna, SE., M.Sc., Ph.D.,

2020 | Tesis | Magister Manajemen

Di era globalisasi ini, tingginya persaingan global membuat UMKM harus mampu menghadapi tantangan tersebut seperti meningkatkan inovasi produk atau jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi serta perluasan area pemasaran. Berkenaan dengan pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap perekonomian nasional, para pelaku usaha sektor UMKM hampir sebagian besar lumpuh dan diambang kebangkrutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi proses resiliensi dan keberlanjutan usaha daur ulang kain batik Dzaqella Collection pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis model interaktif melalui tiga prosedur yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan meliputi proses resiliensi bisnis dan rencana keberlanjutan usaha. Pada proses resiliensi bisnis Dzaqella Collection dapat dilihat dari elemen supply chain resilience yang meliputi kolaborasi dan ketangkasan. Kolaborasi dilakukan dengan cara bertukar informasi dengan sesama pelaku usaha dan digitalisasi menggunakan marketplace sedangkan ketangkasan dibagi menjadi tiga aspek yaitu aspek produksi dengan berfokus pada memproduksi masker headloop dan earloop yang bahan bakunya berasal dari kain batik, aspek penjualan dengan meningkatkan penjualan setiap harinya pada produk masker dan aspek karyawan dengan melakukan efisiensi jumlah karyawan. Rencana keberlanjutan usaha daur ulang kain batik Dzaqella Collection antara lain menyisakan 2 orang karyawan yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni dalam proses produksi, tetap bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti memberlakukan anjuran social distance dan physical distancing dengan memproduksi masker yang dianggap lebih efektif, pemesanan bahan baku disesuaikan dengan jumlah pemesanan yang masuk guna menghemat biaya bahan baku serta memanfaatkan digital marketing melalui media sosial seperti Whatsapp, Instagram dan Facebook untuk memasarkan produknya.

In this era of globalization, high global competition makes MSMEs able to face these challenges, such as increasing product or service innovation, developing human and technological resources and expanding the marketing area. With regard to the Covid-19 pandemic and its impact on the national economy, most of the MSME sector business actors are paralyzed and on the verge of bankruptcy. The purpose of this study was to identify the resilience and sustainability of the Dzaqella Collection batik cloth recycling business during the Covid-19 pandemic. This research uses qualitative techniques with a case study method approach. Sources of data in this study use primary data sources obtained directly through interviews. Collecting data in this study using observation, interview and documentation techniques. Data analysis in this study used an interactive model analysis through three procedures, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions / verification. The results of the research that have been carried out include the process of business resilience and business continuity plans. In the Dzaqella Collection business resilience process, it can be seen from the elements of supply chain resilience which includes collaboration and agility. Collaboration is carried out by exchanging information with fellow business actors and digitizing using the marketplace while dexterity is divided into three aspects, namely the production aspect by focusing on producing headloop and earloop masks whose raw materials come from batik cloth, the sales aspect by increasing daily sales of mask products and aspects of employees by making efficiency in the number of employees. The plan for the sustainability of the Dzaqella Collection batik cloth recycling business includes leaving 2 employees who have competence and experience in the production process, continue to work by paying attention to health protocols such as imposing social distance and physical distancing recommendations by producing masks that are considered more effective, ordering materials. raw materials are adjusted to the number of incoming orders to save raw material costs and take advantage of digital marketing through social media such as Whatsapp, Instagram and Facebook to market their products.

Kata Kunci : Kata kunci: Resiliensi Bisnis, Keberlanjutan Usaha, Daur Ulang Kain Batik. Keywords: Business Resilience, Business Sustainability, Batik Cloth Recycling

  1. S2-2020-447616-abstract.pdf  
  2. S2-2020-447616-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-447616-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-447616-title.pdf