Pertumbuhan Pascasapih Kelinci Rex yang diberi Pakan Tambahan Kecambah Kacang Hijau
MUNA IMAN RIANI, Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Panjono, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan pascasapih kelinci Rex yang diberi pakan tambahan kecambah kacang hijau. Sebanyak 12 ekor kelinci jantan umur 4 minggu dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok perlakuan 6 ekor dan kelompok kontrol 6 ekor. Kelompok perlakuan diberi pakan jerami kacang tanah, konsentrat, dan kecambah kacang hijau, sedangkan kelompok kontrol diberi pakan jerami kacang tanah dan konsentrat. Jerami kacang tanah diberikan sebanyak 40% dari kebutuhan BK berdasarkan bobot badan kelinci, sedangkan konsentrat dan kecambah kacang hijau diberikan secara ad libitum. Pakan konsentrat dan kecambah kacang hijau diberikan pada pukul 08.00 WIB kemudian jerami kacang tanah diberikan pada pukul 17.00 WIB. Pemeliharaan dilakukan secara individu selama 12 minggu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji independent sample T-test, data PBBH dianalisis menggunakan analisis kovariansi dengan bobot awal sebagai kovariat. Konsumsi BK pada kelompok perlakuan sebanyak 74,37�±3,69 g/ekor/hari atau 3,98�±0,76% dari bobot badan, dan pada kelompok kontrol sebanyak 64,42�±7,92 g/ekor/hari atau 4,09�±0,27% dari bobot badan. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada konsumsi BK, dan sangat signifikan (p<0,01) pada konsumsi PK dan PK/BK. Nilai PBBH, konversi pakan, dan BP/PBB pada kelompok perlakuan dan kontrol berturut-turut masing-masing adalah 15,98�±3,38 dan 12,38�±1,95 g/ekor, 5,04�±1,19 dan 5,57�±0,43 serta Rp 47,07�±13,15/g dan Rp 34,80�±4,26/g. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada nilai PBBH, konversi pakan dan BP/PBB antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa penambahan kecambah kacang hijau dalam pakan tidak meningkatkan kinerja pertumbuhan pascasapih kelinci Rex.
This study was conducted to observe post-weaning growth performance of Rex bunnies fed with mung bean sprouts as feed supplement. Twelve heads of four weeks old bunnies were divided into two groups, i.e. treatment group and control group in the same number. The treatment group was fed with peanut straw, concentrate, and mungbean sprouts, while the control group was fed with peanut straw and concentrate. Peanut straw was given as much as 40% of the BK requirement based on the bodyweight of the bunny, while the concentrate and mungbean sprouts were given ad libitum. They were raised individually for 12 weeks. Data were analyzed by independent sample T-test, in exception average daily gain was analyzed by analysis of covariance with initial weight as a covariate. Dry matter intake of the treatment group was 74.37�±3,69 g/head/day or 3.98�±0.76% body weight, and in the control group was 64.42�±7.92 g/head/day or 4.09�±0.27% body weight. The result showed a significant difference (p<0.05) in dry matter intake, and very significant (p<0.01) in crude protein intake between of two groups. Average daily gain (ADG), feed conversion ratio (FCR), and feed cost per gain (FCG) of treatment and control group were 15.98�±3.38 and 12.38�±1.95 g/head, 5.04�±1.19 and 5.57�±0.43, and Rp 47.07�±13.15/g and Rp 34.80�±4.26/g, respectively. There was no significant difference (p>0.05) in ADG, FCR, and FCG between them. It is concluded that mung bean sprout as feed supplement on the peanut straw and concentrate basal diet does not affect post-weaning growth performance of Rex bunnies.
Kata Kunci : Kelinci Rex, Pertumbuhan Pascasapih, Kecambah Kacang Hijau