Laporkan Masalah

PERBANDINGAN PENGARUH JAHITAN LARGE STITCH SATU-SATU DAN KONTINYU DENGAN BENANG POLYGLICOLIDE TERHADAP TINGKAT RASIO KOLAGEN TIPE I DAN III PADA GARIS INSISI FASIA ABDOMEN TIKUS ALBINO GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)

RATNA SARI KALEMBU, Imam Sofii;Ishandono Dachlan

2020 | Tesis-Spesialis | ILMU BEDAH

Latar belakang: Hernia insisional merupakan komplikasi yang sering terjadi pasca insisi dinding abdomen dan memiliki tingkat kejadian ulangan yang tinggi. Penyembuhan luka dipengaruhi oleh rasio kolagen tipe 1 dan 3. Faktor penting lain yang juga mempengaruhi terjadinya hernia insisional adalah material benang dan metode penjahitan yang digunakan. Tujuan: Untuk membandingkan pengaruh jahitan large stitch satu-satu dan kontinyu pada penutupan fasia abdomen yang ditandai dengan ekspresi rasio kolagen tipe 1 dan 3. Metode:. Empat puluh tikus digunakan pada dua kelompok. Kelompok large stitch satu-satu dan kelompok large stitch kontinyu pada fasia menggunakan polyglicolide. Tikus didekapitasi pada hari ke 4 dan 7. Potongan jaringan diperiksa ekspresi rasio kolagen tipe 1 dan 3 dengan imunohistokimia. Perbedaan rerata kelompok dianalisis dengan uji t. Hasil: Terdapat perbedaan rerata rasio kolagen 1 dan kolagen 3 di hari ke 4 dan 7 pasca dekapitasi pada penggunaan teknik jahitan satu-satu dan teknik jahitan kontinyu [0,66±0,20) vs (0,76±0,37) p= 0,694; (0,88±0,38) vs (1,16±0,92) p= 0,685] Kesimpulan: Ekspresi rasio kolagen 1/3 pada tikus yang dijahit menggunakan teknik kontinyu lebih tinggi dibandingkan tikus yang dijahit dengan teknik jahitan satu-satu pada hari ke-7, dan ada perbedaan kecil yang signifikan. Penggunaan teknik jahitan kontinyu direkomendasikan dalam penjahitan fasia abdomen karena memiliki rasio kolagen 1/3 yang lebih tinggi pada fase proliferasi dan lebih cepat menguban kolagen 3 menjadi kolagen 1, sehingga dapat menurunkan kemungkinan terjadinya hernia insisional post operatif.

Background: Incisional hernia is a frequent complication of abdominal wall incision and has a high rate of recurrence. Wound healing is affected by the ratio of collagen types 1 and 3. Another important factor that also affects the occurrence of incisional hernia is the suture material and technique. Aim: To compare the effect of interrupted and continuous large stitch with polyglicolide suture in the expression of type 1 and 3 collagen within abdominal incision lines of albian rats wistar strain (Rattus norvegicus). Methods: Forty rats were divided into two groups. Groups 1 with interrupted suture and groups 2 with continuous suture using polyglicolide. Then group 1 were killed on day 4 and group 2 were killed on day 7. Samples of fasia (1 x 0.5 cm) are taken for analysis of collagen count using immunohistochemistry staining method. Differences were analyzed with independent t-test. Results: There were differences of collagen I/collagen III ratio expression in rats stitched by interrupted technique and continuous technique on day 4 and day 7 post decapitation. [0,66±0,20) vs (0,76±0,37) p= 0,694; (0,88±0,38) vs (1,16±0,92) p= 0,685] Conclusion: Collagen 1/collagen 3 ratio expression in rats stitched by continuous technique are higher than rats stitched by interrupted technique on day 7, and staticallyhave a small significant. The use of continuous suture is nore recommended in stitching the abdominal fascia because it exhibits higher collagen 1 to collagen 3 ration in proliferation phase and transform faster into collagen 1, thereby minimizing the possibility of incisional postoperative hernia.

Kata Kunci : kontinyu, satu-satu, kolagen tipe 1, kolagen tipe 3

  1. S2-2020-320333-abstract.pdf  
  2. S2-2020-320333-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-320333-title.pdf  
  5. SPESIALIS-2020-408025-abstract.pdf  
  6. SPESIALIS-2020-408025-bibliography.pdf  
  7. SPESIALIS-2020-408025-tableofcontent.pdf  
  8. SPESIALIS-2020-408025-title.pdf