Evaluasi Program Asuh Menuju Program Studi Unggul Tahun 2019 menggunakan Model Context-Input-Process-Product (CIPP): Studi Kasus pada 3 (Tiga) Perguruan Tinggi Asuh di Indonesia
WIDIANTISARI P, Wahyu Supartono;Johanes Pramana Gentur Sutapa
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGIPenelitian kualititatif studi kasus ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Asuh menuju Prodi Unggul tahun 2019 menggunakan model evaluasi Context-Input-Process-Product (CIPP) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam sejak 1966. Program Asuh menuju Prodi Unggul adalah program pendanaan dari pemerintah untuk peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi (PT) yang terpilih sebagai PT Asuh akan mendampingi PT Asuhan dalam membangun, melembagakan, dan memfungsikan sistem penjaminan mutu sehingga terbangun budaya mutu. Responden penelitian yaitu pelaksana program pada tiga PT Asuh yang dipilih secara purposif serta 17 PT Asuhan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi konteks Program Asuh menuju Prodi Unggul Tahun 2019 telah sesuai. Evaluasi input pemilihan PT Asuhan menunjukkan terdapat 24% PT Asuhan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan ketidaksesuaian pengelolaan anggaran pada salah satu PT Asuh yang berdampak pada berkurangnya kualitas PT Asuhan. Evaluasi proses menunjukkan kesenjangan antara perencanaan kegiatan dengan implementasi kegiatan pada salah satu PT Asuh sebagai dampak ketidaksesuaian pengelolaan anggaran. Namun demikian, evaluasi produk menunjukkan seluruh PT Asuh memenuhi capaian program yang telah ditetapkan.
This case study research aimed to evaluate the implementation of the Program Asuh menuju Program Studi Unggul (Fostering Programs towards Excellent Study Program/FPESP) in 2019 based on the Context-Input-Process-Product (CIPP) evaluation model. FPESP is one of government program to increase and equalize the higher education quality in Indonesia. Higher education institution (HEI) selected as PT Asuh (Foster HEI) will assist Fostered HEI (Fostered HEI) in term of establishing and developing internal quality assurance system to create quality culture. Data were collected through document analysis and interview to head of program in three Foster HEI that selected purposively along with key person in 17 Fostered HEI. The results of this research indicate that FPESP is necessary to be continued with improvements such as Fostered HEI arrangement, budget management, planning and activities implementation consistency, and sustainability strategy establishment in Fostered HEI.
Kata Kunci : sistem penjaminan mutu, perguruan tinggi, program studi, CIPP, evaluasi