Struktur Komunitas Burung dan Upaya Konservasi Burung di Desa Jatimulyo, D.I.Y
FARADLINA MUFTI, Prof. Dr.Suwarno Hadisusanto, S.U
2020 | Tesis | MAGISTER BIOLOGIBurung mempunyai peran penting dalam ekosistem. Peran penting burung dalam ekosistem sebagai penyerbuk, penyebar biji dan pengendali ekosistem. Siklus hidup burung yang sensitif terhadap setiap perubahan habitat menjadi indikator biodiversitas dan kesehatan lingkungan. Keberadaan burung di habitat alami perlu dipelajari dan dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas burung, dan upaya konservasi di Desa Jatimulyo, Kulon Progo. Pencuplikan data struktur komunitas burung menggunakan metode titik hitung (point count). Pengumpulan data upaya konservasi burung menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data burung menggunakan indeks menggunakan analisis metode tingkat pertemuan (encounter rates), indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kemerataan dan indeks kesamaan komunitas burung. Analisis data upaya konservasi burung menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 77 jenis burung yang ada di Desa Jatimulyo. Tujuh puluh tujuh jenis ini tersebar ke 7 macam agroforestry dan 2 habitat. Tujuh macam agroforestry ini adalah kebun cengkeh, kebun sengon, kebun coklat, kebun ketela karet, kebun tebu, sawah dan kebun campuran. Dua habitat ini adalah tepi sungai dan pekarangan rumah. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener tertinggi pada kebun sengon dengan nilai 3,42. Indeks kemelimpahan tertinggi adalah Walet linchi (Collocalia linchi) dengan nilai 77,26. Indeks kemerataan tertinggi adalah kebun cengkeh dengan nilai 0,79. Indeks kesamaan tertinggi adalah kebun cengkeh dengan tepi sungai dengan nilai 0,75. Upaya konservasi yang telah dilakukan adalah Birdwacthing, pembentukan unit usaha Kopi sulingan, kampanye pelestarian burung, dan adopsi sarang burung. Presepsi masyarakat terhadap burung cenderung menujukkan sikap kepedulian dan kesediaan berpartisipasi dalam konservasi burung di Desa Jatimulyo.
Birds have an important role in the ecosystem. The important role of birds in ecosystems as pollinators, seed dispersers, and ecosystem control. The life cycle of birds that are sensitive to any change in habitat is an indicator of biodiversity and environmental health. The existence of birds in natural habitats needs to be studied and maintained. This research aims to study the structure of bird communities, and conservation efforts in Jatimulyo Village, Kulon Progo. A sampling of bird community structure data uses point count methods. Data on bird conservation collected using observation, interviews, and documentation. Analysis of bird data uses an index using the encounter rates method, Shannon-Wiener diversity index, evenness index, and similarity index for bird communities. Data analysis of bird conservation efforts uses qualitative descriptive analysis. The results showed that there were 77 species of birds in the village of Jatimulyo. Seventy-seven species are known to 7 types of agroforestry and 2 habitats. The seven types of agroforestry are clove gardens, sengon gardens, cacao gardens, rubber cassava gardens, sugar cane gardens, rice fields, and mixed gardens. These two habitats are river banks and house yards. The highest Shannon-Wiener diversity index was in sengon garden with a value of 3.42. The highest abundance index is Cave swiftlet (Collocalia linchi) with a value of 77.26. The highest evenness index was clove garden with a value of 0.79. The highest index is clove gardens with river banks with a value of 0.75. Conservation efforts that have been carried out are Birdwatching, a distilled coffee business unit, bird conservation campaigns, and birds nest adoption. Public perception of birds tends to show a caring attitude and willingness to conserve birds in Jatimulyo Village
Kata Kunci : bird conservation, diversity, Jatimulyo