Laporkan Masalah

PENGARUH PEMILIHAN PRESIDEN 2004-2019 TERHADAP RETURN PERDAGANGAN SAHAM DI INDONESIA

WISNU WARDHANA, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.

2020 | Tesis | Magister Manajemen

Proses pergantian Presiden di Indonesia melalui Pemilihan Presiden yang pelaksanaannya dilakukan lima tahun sekali dengan pemungutan langsung suara rakyat yang terdata sebagai pemilih. Indonesia telah melaksanakan pemilihan Presiden sebanyak empat kali sejak tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019. Adanya kesamaan hasil Pemilihan Presiden tahun 2004 dengan tahun 2014, yaitu menangnya calon yang merupakan pendatang baru, sedangkan pemilihan presiden tahun 2009 dengan tahun 2019 di dapat juga kesamaan, yaitu menangnya calon yang merupakan petahana. Peristiwa Pemilihan Presiden dianggap memberi pengaruh pada pergerakan saham di bursa. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mendapatkan bukti empiris apakah Pemilihan Presiden yang dimenangkan oleh pasangan calon pendatang baru lebih berpengaruh terhadap perdagangan saham dibandingkan dengan menangnya pasangan calon yang merupakan petahana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi perdagangan saham yang diukur berdasarkan rata-rata pengembalian abnormal sebelum dan setelah peristiwa Pemilihan Presiden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menghitung data-data harga saham menggunakan metode statistik. Bentuk penelitian ini merupakan studi peristiwa dengan penggunaan data sekunder 50 Most Active Stocks by Trading Frequency IDX Fact Books yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI), www.finance.yahoo.com dan www.duniainvestasi.com.

The process of changing the President in Indonesia is through the Presidential Election, which is held every five years with direct voting of the people who have registered as voters. Indonesia has held presidential elections four times since 2004, 2009, 2014 and 2019. There are similarities in the results of the 2004 Presidential Election with 2014, which the winner is candidates who are newcomers, while the presidential elections in 2009 and 2019 have similarities which winner is the incumbent candidate. The Presidential Election is considered to have had an influence on the movement of shares on the stock exchange. Therefore, research is needed to obtain empirical evidence whether the Presidential Election won by a newcomer candidate pair has more influence on stock trading compared to the winning of the incumbent candidate pair. This study aims to analyze stock trading reactions as measured by the average abnormal returns before and after the Presidential Election. This study uses quantitative methods by calculating stock price data using statistical methods. The form of this research is an event study using secondary data from the list of IDX Fact Books 50 Most Active Stocks by Trading Frequency from the Indonesia Stock Exchange (BEI), www.finance.yahoo.com and www.duniainvestasi.com..

Kata Kunci : studi peristiwa, pemilihan presiden, pengembalian abnormal, pendatang baru, petahana.

  1. S2-2020-417332-abstract.pdf  
  2. S2-2020-417332-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-417332-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-417332-title.pdf