PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH BERASRAMA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGUATAN KETAHANAN IDEOLOGI (Studi di SMA Insan Madani Boarding School, Meukek, Aceh Selatan, D.I. Aceh)
MUHAMAD RAMLI A, Prof. Dr. Kaelan, M.S.; Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALBerdasarkan data Indeks Katahanan Nasional yang dikeluarkan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), provinsi Aceh menempati posisi ketiga terendah selama periode 2015-2018 yang berarti memiliki tingkat ancaman disintegrasi bangsa yang tinggi. Disisi lain, Pendidikan dinilai sebagai solusi yang tepat dalam mengantisipasi ancaman disintegrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar mengajar di Insan Madani Boarding School yang tersusun di dalam kurikulum pendidikan dan implikasinya terhadap penguatan ketahanan ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data penelitian melalui pengamatan, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan analisa dokumen kurikulum pendidikan dengan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang berarti seluruh data yang berhasil dihimpun oleh peneliti, akan melalui tahap reduksi data dan/atau penyajian data, hingga pada tahap penyusunan sebuah kesimpulan penelitian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, diketahui proses belajar mengajar di SMA Insan Madani Boarding School sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila dan berdampingan dengan nilai-nilai agama Islam yang selama ini telah mengakar di dalam kehidupan masyarakat Aceh. Namun demikian, pengamalan ajaran ideologi kebangsaan secara eksplisit belum terlihat di seluruh mata pelajaran, hanya terdapat beberapa mata pelajaran yang lazim mengangkat nilai-nilai kebangsaan, yaitu: Pendidikan Agama Islam, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Pramuka. Selain itu, Proses belajar mengajar yang telah berjalan di SMA Insan Madani Boarding School berimplikasi terhadap penguatan ketahanan ideologi. Hal ini dapat dibuktikan melalui bertambahnya semangat peserta didik untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dengan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi salah satu indikator bahwa mereka siap untuk menerima keberagaman dalam kehidupan dengan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di dalam kehidupan sehari-hari.
Based on National Resilience Index data released by the National Resilience Institute (Lemhannas), Aceh province occupied the third lowest position during the 2015-2018 period, which meant it had a high threat of disintegration of the nation. On the other hand, The education system was considered as the right solution in anticipating the threat of national disintegration. This research aimed to find out the teaching and learning process in SMA Insan Madani Boarding School arranged in the educational curriculum and its implications toward the strengthening of ideological resilience. This research used the qualitative method by collecting research data through observation, interviews, focus group discussions, and analysis of educational curriculum documents. with data analysis techniques using the interactive analysis model which means that all data collected by the researcher would go through the stages of data reduction and/or presentation data, up to the stage of compiling a research conclusion. Based on research conducted by the researcher, it was known that the teaching and learning process in SMA Insan Madani Boarding School was in accordance with the ideology values of Pancasila and was side by side with Islamic religious values that had been rooted in the lives of the people of Aceh. However, the practice of teaching the ideology of nationalism was not comprehended explicitly in all subjects, there were only a few subjects that commonly raised national values, i.e.: Islamic Religious Studies, Citizenship, Indonesian Language, History, and Scouting. In addition, the teaching and learning process that had been running in SMA Insan Madani Boarding School had the implications toward the strengthening of ideological resilience. This could be proven by the increasing of students' enthusiasm enriched insight and knowledge by continuing education to a higher level and became one of the indicators that they were ready to accept the diversities in life by applying national values in daily life.
Kata Kunci : Proses belajar mengajar, Ketahanan ideologi, Teaching and learning process, Ideology resilience