Pengadopsian International Financial Reporting Standard dan Kualitas Laba
NOVITA NUGRAHENI, Indra Wijaya Kusuma, Prof., Dr., MBA.
2020 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan kualitas laba antara pengadopsi penuh dan pengadopsi parsial. Metode Penelitian, Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pengujian statistik. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand pada tahun 2014-2018 menjadi objek dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pengukuran earnings response coefficient (ERC). Pengujian dibagi menjadi negara pengadopsi penuh dan pengadopsi parsial. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik. Hasil Penelitian, Hasil pengujian nilai ERC negara pengadopsi penuh dan pengadopsi persial memiliki perbedaan kualitas laba. Negara yang adopsi parsial IFRS memiliki nilai ERC yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengadopsi IFRS. Nilai ERC tertinggi yaitu Malaysia dan nilai ERC terendah yaitu Thailand. Orisinalitas, Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai pengaruh IFRS terhadap kualitas laba perusahaan terutama di negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Selama ini penelitian mengenai hal ini hanya berfokus di Indonesia dengan membandingkan sebelum dan sesudah konvergensi IFRS.
Objectives, The aim of this study is to examine whether there are differences in earnings quality between full adopters and partial adopters. Research Method, This research method is a quantitative study with statistical testing. Manufacturing companies registered in Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand in 2014-2018 are the objects of this research. This study uses earnings response coefficient (ERC) measurement. Testing was divided into full adopter and partial adopter countries. Data analysis for this research using statistical tests. Findings, The test results of full adopters and partial adopters showed differences in earnings quality. Countries that partially adopt IFRS had a higher ERC value than those that fully adopted IFRS.The highest value of ERC is Malaysia and the lowest value of ERC is Thailand. Originality, This study can provide information about the influence of IFRS on the quality of company earnings, especially in Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand. So far, research on this subject only focuses on Indonesia by comparing before and after IFRS convergence.
Kata Kunci : Kualitas laba, earnings response coefficient, IFRS, ASEAN