Laporkan Masalah

Praktik Terkini dan Tantangan Pengauditan Nilai Wajar

BELLINA G. SEMBIRING, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.

2020 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Tujuan --- Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu menyelidiki penggunaan pendekatan substantif, penggunaan pakar, dan tantangan yang dihadapi oleh auditor saat mengaudit nilai wajar. Desain/Metodologi/Pendekatan --- Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara semiterstruktur. Temuan --- Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan substantif yang menjadi preferensi utama auditor dalam mengaudit instrumen keuangan ialah menguji asumsi manajemen dan me-review peristiwa kemudian, sedangkan untuk aset nonkeuangan ialah menguji asumsi manajemen. Pendekatan substantif yang menjadi preferensi terakhir auditor ialah mengembangkan estimasi sendiri (independen), baik untuk instrumen keuangan maupun aset nonkeuangan. Mayoritas responden menggunakan tenaga penilai (appraiser) eksternal, baik untuk instrumen keuangan maupun nonkeuangan. Mayoritas responden setuju bahwa sebelum krisis ekonomi tahun 2008 penggunaan penyedia jasa penentuan harga (pricing) merupakan area audit dengan risiko yang relatif rendah, tetapi setelah tahun 2008, penggunaan penyedia jasa pricing merupakan area audit dengan risiko yang relatif lebih tinggi. Tiga tantangan yang paling banyak ditemui responden saat mengaudit nilai wajar ialah ketepatan asumsi manajemen, ketepatan model/metode manajemen, dan ketepatan alasan yang digunakan manajemen untuk mendapatkan nilai wajar. Batasan/Implikasi --- Keterbatasan penelitian ini salah satunya ialah mayoritas responden merupakan auditor junior dan senior yang hanya punya akses terbatas atau sebagian terhadap keseluruhan tahapan pengauditan estimasi nilai wajar. Penelitian ini memiliki implikasi pada kebijakan, praktis, dan akademis terkait dengan pengauditan nilai wajar. Originalitas/Nilai --- Nilai wajar semakin lazim ditemui dalam laporan keuangan. Mengingat relevansinya, penelitian dengan topik ini menjadi penting. Namun, penelitian yang berfokus pada proses pengauditan nilai wajar masih terbatas dan belum ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bermaksud memperluas penelitian Glover dkk. (2017) tentang praktik dan tantangan pengauditan nilai wajar, namun pada konteks yang berbeda, yaitu di Indonesia.

Objectives --- This study has three objectives: to explore the use of substantive approaches, the use of experts, and challenges faced by auditors when auditing fair value estimates. Design/Methodology/Approach --- This study uses qualitative approach. The data being used are primary data obtained from questionnaires and semistructured interviews. Findings --- Findings show that the substantive approach chosen as the auditors’ main preference in auditing financial instruments is by testing management’s assumptions and reviewing subsequent events, while in terms of auditing non-financial assets, it is by testing managements’ assumptions. The substantive approach as the auditors’ least preference is developing independent estimates, both for financial instruments and non-financial assets. The majority of respondents use external appraisers, both for financial instruments and nonfinancial assets. The majority of respondents agree that before the economic crisis in 2008 the use of pricing service providers was an audit area with a relatively low risk, but after 2008, it was an audit area with a relatively higher risk. Three main challenges respondents encounter when auditing fair value estimates are the accuracy of managements’ assumptions, the accuracy of managements’ models/methods, and the accuracy of the reasons managements use to obtain fair value estimates. Limitations/Implications --- One of the limitations of this study is that the majority of respondents are junior and senior auditors who only have limited or partial access to the entire stages of fair values estimates audit. This study has implications on policy, practice, and academics regarding the audit of fair value estimates. Originality/Value --- Fair value estimates are increasingly common in financial statements. Given its relevance, research on this topic is important. However, researches that focus on the process of fair value auditing are still limited and have yet to be found in Indonesia. This study intends to expand the study of Glover et al. (2017) in a different context, which is an institutional background in Indonesia. Keywords: fair value audit, accounting estimates, appraiser, survey

Kata Kunci : pengauditan nilai wajar, estimasi akuntansi, tenaga penilai, survei

  1. S2-2020-432420-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432420-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432420-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432420-title.pdf