Karakteristik Ruang Pariwisata Perkotaan berdasarkan Wisatawan Pengguna Bike-Sharing di Kota Yogyakarta
DANAR WIYOSO, Diananta Pramitasari, S.T., M.Eng., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURPariwisata minat khusus telah menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Yogyakarta, salah satunya adalah berwisata menggunakan fasilitas bike-sharing. Wisatawan yang bersepeda dengan fasilitas tersebut akan melintasi dan menuju ruang pariwisata secara acak karena tidak ada arahan rute, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter ruang pariwisata perkotaan yang digunakan oleh wisatawan pengguna bike-sharing, pola perjalanan, motivasi wisatawan menggunakan bike-sharing, dan peluang pengembangan bike-sharing dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik dengan jenis penelitian yaitu deduktif-kualitatif. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Unit amatan adalah wisatawan pengguna bike-sharing, dan unit analisisnya adalah titik-titik pergerakan wisatawan secara spasial. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden secara daring melalui media sosial, dan selanjutnya diolah dengan pemetaan secara spasial. Hal tersebut dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 sehingga pengumpulan data dengan metode person centered mapping tidak dapat dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ruang pariwisata perkotaan yang menjadi destinasi wisatawan pengguna bike-sharing di Kota Yogyakarta masih didominasi oleh ruang-ruang yang merupakan front stage tourism space, dengan elemen arsitektur kota yang dominan dikunjungi berupa elemen landmarks dan paths. Wisatawan pengguna bike-sharing cenderung memiliki keinginan untuk menjelajah ruang pariwisata lebih jauh, hal tersebut tercermin dari pola perjalanan dalam model teritorial yang didominasi oleh tipe unrestricted destinationwide movement. Adapun motivasi wisatawan menggunakan bike-sharing adalah untuk memperoleh pengalaman baru dalam berwisata. Peluang pengembangan bike-sharing dalam pariwisata di Kota Yogyakarta masih cukup terbuka dengan keunggulan yaitu adanya pengalaman dan fleksibilitas bagi wisatawan, sedangkan kekurangan yang perlu diperbaiki adalah perawatan sepeda, ketersediaan infrastruktur pendukung, dan kondisi lalu lintas. Dalam penelitian ini juga telah disampaikan rekomendasi yang merespon perkembangan aktivitas bersepeda selama pandemi Covid-19.
Special interest tourism has become the tourists choice while visiting Yogyakarta City, one of which is bike-sharing tourism. The bike-sharing tourists will pass through and go to the tourism space randomly due to the absence of the route direction. This research aims to identify the characteristics of urban tourism space used by the bike-sharing tourists, the trip pattern, the motivation using the bike-sharing facility, and the development opportunity in bike-sharing tourism. This research used rationalistic paradigm with deductive-qualitative research type. The method is descriptive-qualitative method. The observation unit is the bike-sharing tourist while the analysis unit is the tourists movement points spatially. The data collecting was done by giving out the questionnaires to the respondents by social media then processed by spatial mapping. It was due to the Covid-19 pandemic that the person-centered mapping couldnt be done. The research results shown that the characteristics of urban tourism space which became the bike-sharing tourist destinations in Yogyakarta City were still dominated by the space that act as front stage tourism space as the urban architecture elements that mostly visited were landmarks and paths. The bike-sharing tourists tended to have the desires to explore further tourism space. It was reflected by the trip pattern in teritorial mode which was dominated by the unrestricted destinationwide movement type. The tourits motivation in using the bike-sharing was to gain a new experience in tourism. The bike-sharing development opportunity in Yogyakarta City tourism is still quite open for its eminency such as the existence of gaining new experience and more flexibility for tourists while the shortcomings that needed to be fixed such as the bike maintenance, the supporting infrastucture, and the traffic condition. The recommendation in response of the rising trend of cycling activity during the Covid-19 pandemic also has been stated in this research.
Kata Kunci : pariwisata perkotaan, ruang pariwisata, bike-sharing, perjalanan wisatawan