Laporkan Masalah

MODEL KERJA KELOMPOK PEMBURU DALAM PASAR EDIBLE SERANGGA DI KECAMATAN PALIYAN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

OSSEL BIMA PURWAJATI, Dr. Setiadi., M.Si.

2020 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGI

Tesis ini memaparkan bahwa model kerja dalam distribusi edible serangga oleh jaringan kelompok pemburu sangat penting untuk melengkapi penelitian mengenai sumber protein alternatif. Banyaknya penelitian mengenai kemewahan edible serangga telah menciptakan pasarnya sendiri, terutama di Gunungkidul. Kebutuhan pasar akan edible serangga hanya dipenuhi oleh hasil perburuan. Pemburu memanfaatkan harga jual edible serangga yang tinggi dan keuntungan secara ekologis, menjadikan berburu merupakan sebuah profesi yang meyakinkan. Edible serangga diburu secara terus menerus dan mengakibatkan populasi edible serangga menjadi langka. Mereka memperluas area buruan mereka hingga keluar wilayah Gunungkidul guna bertanggung jawab akan pasar yang telah terbentuk ini. Pemburu ini berjejaring dalam melakukan aktivitas perburuanya di wilayah Pacitan dan Kulonprogo. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemburu merupakan hulu dan pasar serangga yang edible di Gunungkidul yang merupakan hilirnya. Perlu menempatkan diskusi ini dalam konteks hulu-hilir sehingga menghasilkan sintesa bahwa distribusi edible serangga di Gunungkidul tidak lepas dari peran kelompok pemburu sebagai pemasok edible serangga. kuatnya modal sosial yang terbentuk disusun oleh adanya Kepercayaan (trust), Norma (Norms) dan jaringan (network). Terdapat temuan dari modal sosial yang terbentuk dalam penelitian ini yaitu jaringan kelompok pemburu, Spot buruan, dan akses pasar.

This thesis explains that the working model in the edible distribution of insects by a network of hunter groups is very important to complement research on alternative protein sources. A lot of research on the luxury of insect edible has created its own market, especially in Gunungkidul. The market need for edible insects is only fulfilled by hunting. Hunters take advantage of the insect's high edible sales price and ecological advantages, making hunting a convincing profession. Edible insects are hunted continuously and the edible insect population becomes scarce. They expanded their hunting area out of Gunungkidul area to take responsibility for this established market. These hunters are networked in carrying out their hunting activities in the Pacitan and Kulonprogo areas. The results of this study found that hunters are the upstream and the edible insect market in Gunungkidul which is the downstream. It is necessary to place this discussion in an upstream-downstream context so as to produce a synthesis that the distribution of edible insects in Gunungkidul can�t be separated from the role of hunter groups as suppliers of insect edible. the strong social capital formed is compiled by the presence of trust, norms and networks. There are findings from the social capital formed in this study, namely the network of hunter groups, game spots, and market access.

Kata Kunci : Distribusi, Hulu-hilir, Modal Sosial

  1. S2-2020-434394-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434394-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434394-tableofcontents.pdf  
  4. S2-2020-434394-title.pdf