Laporkan Masalah

Evaluasi keaktifan kader dalam pelayanan program gizi di Posyandu tahun 2000 pada 4 Puskesmas di Kota Palembang

KHOTIMAH, Nyimas Nur, dr. Hamam Hadi, MS.Sc.D

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Posyandu merupakan ujung tombak bagi kegiatan pelayanan kesehatan. Salah satu penyebab masih tigginya Angka Kematian Bayi (AKB), dikarenakan tingginya status gizi bayi yang buruk. Pada dasarnya kasus gizi buruk itu dapat segera dimonitor dan diketahui secara dini melalui kegiatan posyandu. Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2000, Kurang Energi Protein (KEP) total di Kota Palembang sebesar 20,5%. Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi keaktifan kader dalain pelayanan program gizi di posyandu tahun 2000 pada 4 Puskesmas di Kota Palembang. Rancangan Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibuibu pengunjung posyandu yang aktif pada tahun 2000 dan kader yang akdf pada tahun 2000 sampai dengan sekarang. Jumlah responden sebanyak 420 responden pengunjuiig dan 60 responden kader. Lokasi penelitian ini di 4 Puskesmas (Makrayu, Gandus, Kampus dan Lorok Pakjo) di Kota Palembang. Hasil Penelitian: Ada hubungan yang sangat berinakna antara organisasi, rencana kerja, tenaga, peral atan, dana dan pembinaan kader dengan keaktifan kader dalam pelayanan program gizi di posyandu (p

Background: POSYANDU is a front line of health service in Indonesia. The high infant mortality rate was parity caused by the worse of infant nutritional status. Basically, malnutrition can be seen more earlier in POSYANDU. The prevalence of malnutrition in preschool children in Palembang was 20,5%. Obiective: The aim of this study was to evaluate cadre's activity in the nutrition service in four public health centers in Palembang in the year of 2000. Study Design: The study was observational study, based on the cross-sectional study design. Sampling populations consists of 420 mother of children that visited POSYANDU and 60 cadres who had been active since 2000. The research was conducted at four public health centers in Paleinbang (Makrayu, Gandus, Kampus and Lorok Pakjo). Result: There was a significant correlation between organization, i.e: arrangement planning, force, tools, fund and the cadre's training to the cadre's activity in the nutrition service at POSYANDU (p<0,05), and there was also a significant correlation between cadre's activity in the nutrition program service at POSYANDU and the of coverage POSYANDU nutrition program (p<0,05). Conclusion: There was a correlation between input and the cadre's training to the cadre's activity in the nutrition program service at POSYANDU. There was also a significant correlation between process in the nutrition program service at POSYANDU and the coverage of nutrition POSYANDU program.

Kata Kunci : Posyandu, evaluasi, keaktifan kader, cakupan, POSYANDU, evaluation, cadre's activity, coverage


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.