Kinerja Ayam Broiler dengan Pemberian Pakan Berselang
BIMANTARA TWINKANA P, Dr. Ir. Heru Sasongko, MP. ; drh. Bambang Ariyadi, MP., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan mengetahui kinerja produktivitas ayam broiler dengan perlakuan pemberian pakan secara berselang. Penelitian menggunakan DOC ayam broiler bangsa Ross unsex sebanyak 270 ekor selama 28 hari, yang dibagi dalam 3 perlakuan. Perlakuan diberikan ketika ayam berumur 8 sampai 28 hari. Perlakuan pertama (P1) yaitu pakan diberikan secara adli bitum dengan pemberian cahaya 24 jam. Perlakuan kedua (P2) yaitu diberikan 1 jam waktu makan dan 3 jam tanpa makan. Perlakuan ketiga (P3) yaitu diberikan 2 jam waktu makan dan 4 jam tanpa makan. Waktu makan adalah waktu yang diberikan untuk makan dan diberikan cahaya sebagai penerangan pada waktu malam hari. Tanpa makan adalah waktu yang diberikan untuk tidak makan, yang dilakukan dengan meniadakan pakan di dalam kandang pada siang hari atau meniadakan cahaya dalam kandang pada waktu malam hari. Data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah untuk mengetahui efek perlakuan yang ditampilkan dalam tabel Analysis of Variance (ANOVA), dan untuk mengetahui perbedaan nilai antar perlakuan dilakukan uji lanjut dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Pemberian pakan berselang (P2 dan P3) tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan mortalitas ayam broiler, namun berpengaruh terhadap nilai indeks performa, konsumsi pakan dan konversi pakan. Pemberian pakan berselang berpengaruh terhadap konsumsi pakan dengan perbedaan signifikan pada umur 8 sampai 14 dan 22 sampai 28 hari. Pemberian pakan berselang juga berpengaruh terhadap konversi pakan dengan perbedaan signifikan pada umur 8 sampai 28 hari. Nilai indeks performa perlakuan pemberian pakan berselang lebih baik ketimbang pemberian secara adli bitum dengan perbedaan yang signifikan. Ayam broiler yang dipelihara dengan pemberian pakan berselang menggunakan 1 jam makan dan 3 jam berhenti makan (P2) dari segi performa paling baik dan dari segi ekonomi paling menguntungkan.
This paper reflects the results of short experiment conducted in three trial, which aimed to test the assumption that intermittent feeding programs can improve the performance of broilers. Two hundred and seventy DOC of broilers Ross strain unsex were selected and reared from 1 to 28 days. The treatment were started from 8 to 28 days old. Birds were raised under intermittent feeding programs in 3 treatments, P1; adli bitum feeding and given light for 24 hours, P2; 1 hour feeding time and 3 hours without feed and P3; 2 hours feeding time and 4 hours without feed. Feeding time is done by feeding into the cage and provided the light at night. Without feed is stopped feeding time which is done by eliminated feed in the cage or the light source is turned off. The analysis method has been used Completely Randomized Design to determine the effect of the treatment and shown in Analysis of Variance (ANOVA) table. The analysis was further tested by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) to see the difference in treatment values. On day 28, weight gain and mortality in intermittent feeding birds was not affected. However, feed intake, feed convertion ratio and performance index value was affected significantly. Feed intake was significant affected by intermittent lighting in 8 to 14 and 22 to 28 days maintenance period. On feed conversion ratio was significantly affected by 8 to 28 days of age. Value of performance index of intermittent feeding is better than adli bitum birds and the differences of the value was significant. The treatment which used 1 hour feeding and 3 hours without feed (P2) is greater in performance and more profitable.
Kata Kunci : Ayam Broiler, Intermittent Feeding, Pakan Berselang