Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja di PT G.E. Lighting Indonesia Sleman Yogyakarta
LAYUK, Semuel, Dr.dr. Lientje Setyawati, MS
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaKecelakaan kerja di PT GE Lighting Indonesia (PT GELI) masih merupakan permasalahan yang perlu di dianalisis dan diteliti karena selain kasusnya masih tinggi, juga merugikan perusahaan, pekerja dan masyarakat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kecelakaan kerja rnenurut tempat terjadi, penyebab, corak kecelakaan, lokasi luka, jenis luka, hari hilang, hari kecelakaan dan tindakan medis; mengetahui kecenderungan kecelakaan kerja menurut umur, pengalaman kerja dan jam kerja; mengetahui perbedaan proporsi kecelakaan kerja menurut keparahan, jenis kelamin dan giliran kerja serta mengetahui hubungan antara jenis kelamin, giliran kerja, pengalaman kerja, umur, dan jam kerja dengan keparahan kecelakaan kerja. Penelitian ini bersifat survei dengan pendekatan retrospektif terhadap 320 kasus kecelakaan kerja yang terjadi antara tahun 1998 - 2001, Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data'sekunder di PT GELI. Analisis data dengan menggunakan grafik, uji Kai Kuadrat (X'), dan korelasi parsial ganda. Hasil penelitian menunjukkan 80;'70 % kecelakaan kerja terjadi di tempat kerja dan 19,30 YO diluar tempat kerja. Kecelakaan kerja terbanyak di bagian FCL (34,04%) dan TL (27,43 YO), penyebab terbanyak kaca (41%), corak kecelakaan terbanyak adalah tersayat (24,24'%), lokasi luka terbanyak ditangan (63,63%), jenis luka terbanyak berupa luka iris dan robek (47,7 YO), sebanyak 25,63 Yo kecelakaan kerja menyebabkan hilangnya hari kerja, kecelakaan kerja terbanyak terjadi pada hari Senin dan sebagian besar, ~kecelakan kerja ditangani dengan pengobatan dan tindakan rnedis. Kecelakan kerja paling banyak ditemukan pada golongan usia muda (19 - 35 tahun) dan cenderung menurun seiring dengan bertambahnya umur. Kecelakaan kerja paling banyak ditemukan pada pekerja yang berpengalaman kurang dari 1 tahun, dan cenderung menurun seiring dengan bertarnbahnya pengalaman' kerja. Peningkatan kecelakaan kerja terjadi antara jam 8 - 14 siang. Ada perbedaan yang sangat signifikan (p = 0,000) antar keparahan kecelakaan kerja, jenis kelamin dan giliran kerja terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, giliran kerja, umur, pengalaman kerja dan jam kerja terhadap keparahan kecelakaan kerja
Occupational accident in GE Lighting Indonesian Company is still a priority problem. Whichever it's need to analysis and examine, because of the cases is still high and also give bad impact for company, workers and community. This research was aimed to describe about occupational accident according to place of accident, cause of accident, type of accident, wound located, type of wound, lost of workday, days of accident and medical treatment; to investigate about occupational accident tendencies based on age, work experiences and work hour; aimed to differentiate occupational accident proportion based on the severity rate, gender, work shift, work experinces, age and work hour with the level of occupational accident severity rate. This research was done by survey method with retrdspective approaches for 320 cases occupational accident which happen by the year 1998-2001. Accident history database was collected with decondary data at GE Lighting Company. Data analyses by using graphic, chi square test (X') and multiple partial correlations. The result of this research showed that 80,70% occupational accident was happen in-the-job accident and 19,30% off-the-job accident. Most of the accident was happen in FCL department (34,04%) and TL department (27,43%). The mainly caused by cut of glass. Type of injuries was cutting (24,24%) and mostly located on hand (63,63%). Type of hand injury were cutting and rupture (47,70%). There were 25,63% of occupational accidents cause of lost workday. Commonly the accident was happen in Mondgy and handle by medical treatment. Another result of this research describe that occupational accident most happen younger worker (1 9-35 years old) and tendecies decreased according with worker getting old. Occupational accident was finded at the workers, who had work experiences under 1 years, and showed a tendecies to decrease as worker more experience. The increasing of occupational accident happened between 7' - 14'' work hour. That means, there is any significantly different (p=O,OOO) between severity rate and work shift for occupational accident. There is no significantly relationship among gender, work shift, age, work experience, and work hours with severity rate of occupational accident.
Kata Kunci : Kecelakaan Kerja,Penyebab,PT GE Lighting Indonesia, occupational accident, gender, shift, age, experiences, hour