ANALISIS HUBUNGAN RASIO KEUANGAN DENGAN RATING OBLIGASI .
BAMBANG CHRISANTORO, Zaki Baridwan, Prof., Dr., M.Sc
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Obligasi merupakan suatu kontrak utang dari penerbit kepada investor dengnan janji akan mengembalikan pokok pada waktu yang telah ditentukan. Atas janji tersebut, investor akan memperoleh bunga obligasi yang akan dibayarkan secara periodik. Untuk memastikan pemenuhan kewajiban penerbit obligasi, investor membutuhkan informasi dari pihak pihak yang independen yaitu pemeringat obligasi. Pemberian rating memberikan informasi dan sinyal kepada investor mengenai tingkat profitabilitas dan risiko gagal bayar penerbit obligasi. Lembaga pemeringkat mempunyai metode tersendiri dalam menentukan peringkat obligasi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa rasio keuangan mempunyai pengaruh terhadap rating obligasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rasio-rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan risiko kredit mempunyai hubungan dengan rating obligasi yang diterbitkan oleh perisahaan yang termasuk dalam katagori bank umum di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu rasio keuangan semesteran yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari tahun 2012 2014 dan rating obligasi diperoleh dari PEFINDO. Peringkat obligasi menjadi penting karena memberikan sinyal probabilitas atas kemampuan perusahaan yang menerbitkan obligasi dalam melunasi kewajibannya. Metoda penelitian yang digunakan untuk memilih rasio yang signifikan adalah multiple discriminant analysis dan prosedur stepwise untuk menguji hipotesis hubungan rasio keuangan terhadap rating obligasi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rasio profitabilitas yaitu rasio BOPO mempunyai hubungan signifikan terhadap rating obligasi untuk obligasi yang diterbitkan oleh bank umum.
A bond is a debt contract from the issuer to investors with a promise to return the principal at a specified time. For this promise, investors will get bond interest that will be paid periodically. To ensure the fulfillment of obligations of bond issuers, investors need information from an independent party, namely a bond sweater. Rating provides information and signals to investors about the level of profitability and default risk of bond issuers. Rating agencies have their own methods for determining bond ratings. Previous research shows that financial ratios have an influence on bond ratings. The purpose of this study is to find out whether liquidity ratios, profitability, solvency, and credit risk have a relationship with bond ratings issued by companies that are included in the category of commercial banks in Indonesia. The data used are quarterly financial ratios published by Otoritas Jasa Keuangan (OJK) from 2012 - 2015, while bond ratings are obtained from PEFINDO. Bond ratings are important because they provide a probability signal of the ability of companies that issue bonds. The research method used to select a significant ratio is multiple discriminant analysis and stepwise procedures to test the hypothesis of the relationship of financial ratios to bond ratings. Statistical test results show that only the BOPO ratio has a significant relationship to bond ratings for bond issue by commercial banks.
Kata Kunci : Bond, Bond Rating, Signalling Theory, Financial Ratios, Multiple Discriminant Analysis, and Stepwise