Penggunaan alat pelindung diri dan frekuensi kecelakaan kerja pada petugas penanganan sampah medis di beberapa rumah sakit Sumatera Barat
HATTA, Zukri, Ir. Soedirman
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaPenggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah penting secara rutin dipakai, karena terjadinya kecelakaan kerja tidak dapat diduga sebelumnya. Tenaga kerja yang bekerja pada penanganan sampah medis mempunyai risiko mendapatkan kecelakaan kerja. Hal ini berdasarkan kenyataan yang ada di rumah sakit bahwa petugas penanganan sampah medis banyak yang tidak menggunakan APD dalam bekerja, disamping itu panitia kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit belum terbentuk sehingga tidak ada yang mengawasi pekerja di dalam hal keselamatan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan fiekuensi kecelakaan kerja pada petugas penanganan sampah medis di beberapa rumah sakit Sumatera Barat yang menggunakan dan tidak menggunakan APD. Rancangan penelitian observational dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah petugas penanganan sampah medis, sedangkan lokasi penelitian adalah : 1) RSUP dr. M. Djamil Padang sebanyak 25 orang, 2) RS. Yos Sudarso Padang sebanyak 5 orang , 3) RS. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi sebanyak 20 orang ,4) RSUP Bukittinggi sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan dafiar pertanyaanhesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah uji kai kuadratdan deskriptif Hasil penelitian menunjukkan : 1) Kecelakaan kerja yang dialami petugas penanganan sampah medis yang menggunakan APD dan tidak menggunakan APD terdapat perbedaan yang bermakna (P < 0,OS) , 2) &ekuensi kecelakaan kerja pada petugas penanganan sampah medis lebih banyak yang tidak menggunakan APD (9 1,3 %) daripada yang menggunakan APD (8,7 %).
The using of personal protective equipment (PPE) is important which is periodically used. Employees who work at the handling of medical waste have risks to get a work accident. These are based on the exist fact in the hospital that most officers, who handle medical waste, don't use PPE when they work, beside of that the Health and Safety Work Hospital Committee not yet formed so that no one who watch the workers in the work safety department. The aims of th~sst udy are to know about the differences of fi-equency of work accident to the officers who handle medical waste in some hospitals in West Sumatera which use and not use PPE. The observational planes with cross sectional approach. The subjects of the observation are officers who handle medical waste, where as locations of the observation are 1) RSUP dr.M. Djamil Padang as much as 25 persons, 2) RS. Yos Sudarso Padang as much as 5 persons, 3) RS. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi as much as 20 persons, 4) RSUP Sukittinggi as much as 10 persons. Data collecting is using questions/questioners drafi. Technique of analysis is using descriptive and chi square test. The observation results show : 1) there are significant differences on work accident which occur to officers,who handle medical waste that use PPE and not use PPE (P < 0,05), 2) work accident frequency to officers who handle medical waste who not use PPE (91,3 %) is higher than who use PPE (8,7 %).
Kata Kunci : Kecelakaan Kerja,Pelindung Diri,Petugas Sampah Medis