Laporkan Masalah

Dinamika Karakteristik Remaja Pelaku Seks Pranikah (Analisis Data SDKI 2012 dan 2017) dengan Pendekatan Studi Literatur

FERRI ILFANA, Dr. Umi Listyaningsih, M.Si.; Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, M.Si.

2020 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Angka pernikahan dini di Indonesia merupakan terbesar kedua di Asia Tenggara. Pernikahan dini salah satunya disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan yang diakibatkan oleh pergaulan bebas remaja sampai pada perilaku seks pranikah. Perilaku seks pranikah tidak hanya menyebabkan dampak negatif terhadap fisik remaja akan tetapi juga berdampak negatif terhadap psikologinya. Hal ini akan menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Apalagi pada tahun 2020 ini Indonesia telah memasuki tahun bonus demografi dimana remaja harus dipersiapkan pendidikan dan kesehatannya agar menjadi SDM yang mumpuni dan berdaya saing tinggi di masa depan. Akan tetapi remaja dengan karakter yang masih labil dan berkeinginan untuk melepaskan diri dari ikatan menyebabkan kenakalan remaja khususnya seks pranikah semakin marak terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik remaja pelaku seks pranikah tahun 2012 dan 2017 serta peristiwa-peristiwa pada kedua waktu tersebut yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan menganalisis data SDKI 2012 dan 2017 sedangkan metode kualitatifnya menggunakan studi literatur untuk melengkapi dan menjelaskan hasil analisis data tersebut. Hasilnya persentase remaja pelaku seks pranikah mengalami penurunan dari tahun 2012 ke tahun 2017. Akan tetapi penurunan tersebut tetap mengkhawatirkan karena jika persentase tersebut dikalikan dengan proyeksi jumlah remaja di Indonesia akan menghasilkan angka yang tidak jauh berbeda. Pada kedua tahun tersebut persentase remaja laki-laki pelaku seks pranikah lebih banyak daripada remaja perempuannya. Remaja laki-laki pelaku seks pranikah cenderung mempunyai sikap dan norma subjektif yang mengarah ke perilaku seks pranikah daripada remaja perempuan. Hal ini terlihat dari persentase remaja laki-laki yang selalu lebih tinggi daripada persentase remaja perempuannya. Akan tetapi tren dari tahun 2012 ke tahun 2017 menunjukkan bahwa remaja perempuan pelaku seks pranikah semakin mengarah kepada sikap permisif sedangkan remaja laki-lakinya semakin mengarah kepada sikap tidak permisif. Hal ini terlihat dari persentase remaja perempuan pelaku seks pranikah yang banyak mengalami kenaikan sedangkan persentase remaja laki-laki mengalami penurunan. Maraknya perilaku seks pranikah ini disebabkan oleh bergesernya nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

The rate of early marriage in Indonesia is the second largest in Southeast Asia. One of the causes is unwanted pregnancy which is caused by adolescent promiscuity to premarital sex behavior. Premarital sex behavior not only causes negative physical impacts on adolescents but also negatively affects their psychology. This will be a threat to the future of the nation. Moreover, in 2020, Indonesia has entered a demographic bonus year where adolescents must be prepared for their education and health in order to become capable and highly competitive human resources in the future. However, adolescents with unstable characters and a desire to escape from the bondage cause juvenile delinquency, especially premarital sex, to become more prevalent in society. This study aims to examine the characteristics of adolescent premarital sex actors in 2012 and 2017, as well as the events at both times that related to premarital sex behavior of adolescents in Indonesia. This research use mixed methods, quantitative and qualitative methods. The quantitative descriptive method is used by analyzing the 2012 and 2017 IDHS data, while the qualitative method uses literature research to complement and explain the results of the data analysis. The result is that the percentage of adolescents who engage in premarital sex has decreased from 2012 to 2017. However, this decline is still worrying because if the percentage is multiplied by the projection of the number of adolescents in Indonesia it will produce a number that is not much different. In both years, the percentage of male adolescents who have premarital sex is higher than the female adolescents. Male adolescents who did premarital sex tend to have subjective attitudes and norms that lead to premarital sex behavior than the female adolescents. This can be seen from the percentage of male adolescents which is always higher than the percentage of female adolescents. However, the trend from 2012 to 2017 shows that female adolescents who engage in premarital sex are increasingly leading to permissive attitudes, while male adolescents are increasingly leading to non-permissive attitudes. This can be seen from the percentage of female adolescents who do premarital sex which has increased a lot, while the percentage of male adolescents has decreased. The rise of premarital sex behavior is caused by shifting values and norms that occur in society.

Kata Kunci : remaja, seks pranikah, SDKI, metode kombinasi, studi literatur / adolescent, premarital sex, IDHS, mixed methods, literature research

  1. S2-2020-435166-abstract.pdf  
  2. S2-2020-435166-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435166-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435166-title.pdf