Laporkan Masalah

Kajian Postkolonial Atas Perkembangan Pariwisata (Studi Kasus Kepemilikan Hotel Di Labuan Bajo, Manggarai Barat)

DAMIANUS S LAMOREN, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.Si.; Dr. Dyah Mutiarin, M.Si

2020 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Perkembangan pariwisata dapat diukur dari beberapa indikator. Salah satu indikator ialah pembangunan akomodasi. Labuan Bajo sebagai destinasi superprioritas menunjukkan perkembangannya tersebut. Data tahun 2019 menunjukkan ada 102 unit hotel yang telah dibangun. Namun proses pembangunan tersebut menunjukkan absennya keterlibatan masyarakat lokal. Hal ini dilihat dari kepemilikan hotel. Dengan perspektif teori postkolonial, tulisan ini berusaha memeriksa dan melacak absennya keterlibatan masyarakat lokal dan strategi yang memungkinkan mereka terlibat dalam pembangunan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa watak pembangunan ekonomi neoliberal, kualitas sumber daya manusia yang rendah dan kemiskinan menjadi alasan absennya masyarakat lokal dalam pembangunan. Dominasi dari beberapa perspektif tersebut menimbulkan resiko-resiko sosial kultural. Sedangkan strategi yang memungkinan keterlibatan masyarakat dapat dilakukan dengan demokratisasi pariwisata seperti memperbaiki mekanisme distribusi kekuasaan, melibatkan institusi pendidikan dan memperbaiki relasi pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam.

Tourism development can be measured from several indicators. One indicator is the construction of accommodation. Labuan Bajo as a super-priority destination shows this development. Data for 2019 shows that there are 102 hotel units have been built. However, this development process shows the absence of local community involvement. This can be seen from the hotel ownership. With the perspective of postcolonial theory, this paper seeks to examine and trace the absence of local community involvement and the strategies that enable them to be involved in this development. The results showed that the character of neoliberal economic development, the low quality of human resources, and poverty were the reasons for the absence of local communities in development. The domination of these several perspectives creates socio-cultural risks. Meanwhile, strategies that allow community involvement can be carried out by democratizing tourism, such as improving power distribution mechanisms, involving educational institutions, and improving relations between central and local governments. This research uses qualitative methods by conducting in-depth interviews.

Kata Kunci : Hotel Ownership, Tourism Development, Labuan Bajo, Postcolonial Theory, Local Communities

  1. S2-2020-420061-abstract.pdf  
  2. S2-2020-420061-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-420061-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-420061-title.pdf