Trust and Public Governance of Online Community: A Case Study of Info Cegatan Jogja
ANTONIUS GALIH P., Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA.
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKSebagai grup Facebook dengan keanggotaan lebih dari satu juta, Info Cegatan Jogja (ICJ) muncul sebagai komunitas daring yang kuat di Yogyakarta. Seiring dengan perkembangannya, ICJ mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari para anggotanya dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap arsitektur tata kelola publik daerah. Studi ini menjawab mengapa ICJ dipercaya oleh anggotanya. Perannya dalam tata kelola publik Yogyakarta dan implikasi ICJ di luar tata kelola Yogyakarta juga diselidiki. Selain mengisi celah penelitian tentang ICJ itu sendiri, menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan wawasan tentang kajian komunitas daring dan tata kelola publik. Menggunakan studi kasus sebagai pendekatan penelitian, berbagai informan diwawancarai dan konten dari halaman ICJ diamati. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kepercayaan terhadap ICJ: simbol dan repertoar sosial yang tepat, efektivitas dalam menyelesaikan masalah pribadi, dan efektivitas dalam menyelesaikan masalah publik. Namun, ada empat peringatan yang perlu dimitigasi jika ICJ ingin mempertahankan tingkat kepercayaan saat ini: postingan yang tidak bermutu, penipuan, perisakan, dan ketidakberdayaan di hadapan aktor non-negara yang kuat. Sementara itu, dengan mengakui ICJ sebagai entitas informal maka perannya dalam tata kelola publik dapat dipahami. Berkaitan dengan kehidupan kampung yang menjadi akar sosiologis ICJ, peran ICJ dalam tata kelola publik adalah menjaga citra ketertiban dan keamanan, menjalankan prinsip subsidiaritas untuk masalah tertentu, mengumpulkan informasi untuk jalannya fungsi negara, menjadi saluran humas cuma-cuma untuk otoritas publik, dan bertindak sebagai platform akuntabilitas untuk layanan publik yang dikeluhkan. Kasus ICJ menunjukkan bahwa pola klasik tata kelola publik informal yang mencirikan hubungan negara dan komunitas masih berlanjut di era kontemporer, meski dengan tatanan yang berbeda. Namun, berbeda dengan relasi tipikal yang dicirikan oleh penaklukan komunitas atau kekalahan negara, ICJ membuktikan bahwa kepentingan bersama antara negara dan komunitas bisa tumbuh subur.
As a Facebook group with more than one million membership, Info Cegatan Jogja (ICJ) emerges as a powerful online community in Yogyakarta. Along with its development, ICJ enjoys high trust from its members and contributes significantly to the architecture of local public governance. This study answers why ICJ is trusted by its members. Its role in the public governance of Yogyakarta and the implication of ICJ beyond the governance of Yogyakarta are also investigated. Besides filling research gap on ICJ itself, answering these questions will give insights on the study of online community and public governance. Using case study as a research approach, various informants are interviewed and contents from ICJ page are observed. The findings of this study show that there are three factors which contribute to the high trust directed toward ICJ: appropriate symbol and social repertoires, the effectiveness in solving personal problems, and the effectiveness in solving public problems. However, there are four cautions that need to be mitigated if ICJ wants to sustain the current level of trust: unqualified posts, fraud, bullying, and the helplessness in the presence of strong non-state actors. Meanwhile, it is by acknowledging ICJ as an informal entity that its role in public governance can be grasped. Owing much to the kampung life which is the sociological root of ICJ, the roles of ICJ in public governance are maintaining the image of order and security, running subsidiarity principle for certain problems, gathering information for the workings of state functions, becoming a free public relations channel for public authorities, and acting as an accountability platform for complained public services. ICJ case shows that the classic pattern of informal public governance characterizing the relation of state and community still continues in the contemporary era, albeit in a different arrangement. However, differing with the typical relation characterized by the subjugation of community or the defeat of state, ICJ proves that the co-interest between state and community can flourish.
Kata Kunci : grup Facebook (Facebook group), komunitas daring (online community), kepercayaan (trust), tata kelola publik (public governance), tata kelola informal (informal governance)