Laporkan Masalah

VALUASI EKONOMI KERUGIAN AKIBAT ABRASI SEBAGAI DAMPAK HILANGNYA MANGROVE DI DESA CENDI MANIK, KECAMATAN SEKOTONG, KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

GARIN PURNOMO, Agus Affianto, S.Hut., M.Si

2020 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Salah satu fungsi ekologis dari hutan mangrove adalah sebagai pencegah abrasi. Apabila hutan mangrove mengalami kerusakan maka akan berdampak pada terjadinya abrasi. Abrasi yang terjadi akan mengakibatkan kerusakan pada wilayah dibelakang hutan mangrove yang dimana pada kawasan dibelakang hutan mangrove di Desa Cendi Manik dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan wisata dan produksi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak fisik yang akan diakibatkan oleh abrasi serta untuk mengetahui taksiran nilai kerugian ekonomi akibat abrasi sebagai dampak hilangnya mangrove. Penelitian ini berlokasi di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Batasan dalam penelitian ini hanya melakukan identifikasi dampak fisik akibat abrasi serta menghitung nilai guna tidak langsung dari mangrove sebagai pencegah abrasi di Desa Cendi Manik.Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari dinas terkait. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode biaya pencegah dengan pendekatan pembangunan breakwater. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak fisik yang akan diakibatkan oleh abrasi jika kawasan mangrove hilang yaitu berupa menurunnya pendapatan hingga hilangnya pendapatan masyarakat dari tambak, persawahan, toko, warung, wisata serta hasil tangkapan berupa ikan dan kepiting. Nilai ekonomi dari layanan ekosistem hutan mangrove sebagai pencegah abrasi sangatlah tinggi yaitu sebesar Rp. 11.578.923.626,11.

One of the ecological functions of mangrove forest is to prevent abrasion. If the mangrove forest is damaged, it will have an impact on abrasion. The abrasion that occurs will cause damage to the area behind the mangrove forest, where the area behind the mangrove forest in Cendi Manik Village is used by the community for tourism and production activities.. Therefore, this study aims to determine the physical impact that will be caused by abrasion and to determine the estimated value of economic losses due to abrasion due to loss of mangroves. This research is located in Cendi Manik Village, Sekotong District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The limitation in this study is only to identify the physical impacts due to abrasion and to calculate the indirect use value of mangroves as a deterrent to abrasion in Cendi Manik Village. This study uses primary data obtained through interviews and secondary data obtained from related agencies. The analytical method used in this research is a cost prevention method with a breakwater construction approach. The results of this research indicate that the physical impact that will be caused by abrasion if the mangrove area are lost is in the form of decreased to the loss of community income from ponds, rice fields, shops, stalls, tours and the catches in form of fish and crabs. Meanwhile, the economic value of mangrove forest ecosystem services as abrasion prevention is very high, amounting to Rp.11.578.923.626,11

Kata Kunci : Valuasi, Hutan Mangrove, Biaya Pencegah, Abrasi/ Valuation, Mangrove Forest, Preventive Cost, Abration

  1. S1-2020-395722-abstract.pdf  
  2. S1-2020-395722-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-395722-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-395722-title.pdf