Laporkan Masalah

ANALISIS KERAGAMAN SUMBER DAN BESARAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA SERTA KETIMPANGANNYA PADA PETANI PEMEGANG IPHPS DI DESA SUKOBUBUK KABUPATEN PATI

DEA VEDANINGTYAS P, Agus Affianto, S.Hut., M.Si.

2020 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pada tahun 2018, kelompok tani hutan di Desa Sukobubuk mendapatkan Surat Keputusan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS), maka dari itu perlu dilakukan penelitian bagaimana dampak IPHPS terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan yang dapat diukur dari tingkat pendapatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman sumber dan besaran pendapatan rumah tangga petani sebelum dan sesudah adanya IPHPS pada lokasi penelitian serta menghitung ketimpangan distribusi pendapatan rumah tangga petani sebelum dan sesudah adanya IPHPS pada lokasi penelitian. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara 85 petani pemegang IPHPS di KTH Sukobubuk Rejo yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Metode deskriptif kualitatif dipakai untuk menjelaskan beragam sumber pendapatan rumah tangga petani. Kemudian, pendapatan rumah tangga dianalisis dari penjumlahan keuntungan, upah dan gaji serta transfer. Ketimpangan distribusi pendapatan rumah tangga dianalisis dengan Koefisien Gini dan Kurva Lorenz. Hasil penelitian menunjukkan keragaman sumber pendapatan rumah tangga sebelum dan sesudah IPHPS dapat diperoleh dari keuntungan usahatani, pendapatan ternak, perdagangan, upah dan gaji, kiriman, dan industri kecil. Mayoritas responden memiliki dua sumber pendapatan. Rata-rata besaran pendapatan rumah tangga sebelum IPHPS yaitu sebesar Rp28.342.752,-/tahun dan terjadi peningkatan sesudah IPHPS menjadi Rp34.558.241,-/tahun. IPHPS dapat mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan petani pemegang IPHPS di Desa Sukobubuk dengan ditunjukan pada Kurva Lorenz dan angka perubahan koefisien gini pendapatan rumah tangga dari 0,36 menjadi 0,33 serta pendapatan perkapita 0,42 menjadi 0,313.

In 2018, forest farmer groups in Sukobubuk Village received a Social Forestry Forest Utilization Permit (IPHPS), so it is necessary to research how the impact of IPHPS on improving the welfare of communities around the forest which can be measured by income levels. This study aims to identify the diversity of sources and amounts of farmer household income before and after the existence of IPHPS at the research location and calculate the imbalance of farmer household income distribution before and after the existence of IPHPS at the research location. This research was using the survey method. To conducting primary data in this study was by interviews with 85 IPHPS holders at KTH Sukobubuk Rejo and calculated by using the Slovin formula. The qualitative descriptive method used to explain the various sources of farmer household income. Then, to analyze the household earns was by summing the profits, wages, salaries, and transfers. The inequality of household income distribution was analyzed using the Gini coefficient and the Lorenz curve. The results showed that the diversity of sources of household income before and after IPHPS can be obtained from farming profits, livestock income, trade, wages and salaries, shipments, and small industry. Most of the respondents in this study have two sources of income. The average amount of household income before IPHPS was Rp28.342.752/year and increased after IPHPS to Rp34.558.241/year. IPHPS can reduce the inequality of income distribution of IPHPS holders in Sukobubuk Village shown from the Lorenz Curve and the number of changes in the Gini coefficient household income from 0,36 to 0,33 and income per capita 0,42 to 0,313.

Kata Kunci : Perhutanan Sosial, IPHPS, Pendapatan Rumah Tangga, Distribusi Pendapatan; Social Forestry, IPHPS, Household Income, Income Distribution

  1. S1-2020-398284-Abstract.pdf  
  2. S1-2020-398284-Bibliography.pdf  
  3. S1-2020-398284-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-398284-Title.pdf