Laporkan Masalah

MASALAH-MASALAH KESEHATAN JIWA DI KOTA JAKARTA, 1960AN-1970AN

MUSTAQIM AJI NEGORO, Prof. Dr. Bambang Purwanto

2020 | Skripsi | S1 SEJARAH

Penelitian ini membahas masalah-masalah kesehatan jiwa yang terjadi di Jakarta pada kurun waktu 1960an-1970an. Penelitian ini didasari argumen bahwa masalah-masalah perkotaan yang terjadi di sana; seperti halnya urbanisasi yang tak terkendali, modernitas yang ternyata membawa hasil yang "mengkhianati", dan ketimpangan di sektor ekonomi dan sosial; berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jiwa penduduk yang tinggal di sana. Penduduk Jakarta yang terganggu jiwanya akibat masalah perkotaan ini dapat dibedakan menjadi dua kluster berdasarkan karakteristik penderita dan penyebabnya; Pertama, gangguan jiwa neurosis dan post-power syndrome banyak menimpa orang-orang dari golongan kelas menengah ke atas. Kedua, gangguan jiwa psikopati dan skizofrenia lebih banyak diderita orang-orang dari golongan menengah ke bawah. Kondisi layanan dan penanganan kesehatan jiwa di Jakarta pada 1960an-1970an mengalami perkembangan yang signifikan. Pada tahun-tahun tersebut metode-metode peningkatan pelayanan mulai dirancang dan "dieksekusi." Pihak swasta mulai terlibat dan dilibatkan langsung dalam upaya penanganan. Dan dari pihak pemerintah sendiri, baik pusat maupun daerah, juga mulai menaruh perhatian pada masalah tersebut. Walaupun dari segi pemberian prioritas, masih satu tingkat di bawah upaya pengadaan pelayanan kesehatan fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menggunakan sumber-sumber primer dan sekunder. Sumber-sumber primer yang banyak digunakan dalam penelitian ini adalah majalah-majalah dan koran-koran sezaman yang mendokumentasikan peristiwa-peristiwa yang terkait dalam penelitian ini. Sementara sumber-sumber sekunder banyak didapat dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan internet yang juga membahas tema tersebut.

This research discusses the mental health problems that occurred in Jakarta in the 1960s-1970s. This research is based on the argument that urban problems that occur there; such as uncontrolled urbanisation, modernity that turns out to be "treacherous" results, and inequality in the economic and social sectors; affect the mental health conditions of the people who live there. Residents of Jakarta who are mentally disturbed by urban problems can be divided into two clusters based on the characteristics of the patients and their causes. First, neurosis and post-power syndrome which affect many upper middle-class people. Secondly, psychopathy and schizophrenia which are commonly occur among people from the lower middle class. The state of mental health care and management in Jakarta underwent important developments in the 1960s and 1970s. In those years, methods for improving services began to be designed and "executed". The private sector began to get involved and was directly involved in the effort. And the government itself, both central and regional, also began to pay attention to this problem. Albeit from the point of view of prioritisation, it is still a level lower than the effort to deliver physical health services. The method used in this research is the historical research method using primary and secondary sources. Primary sources that is widely used in this research are contemporary journals and newspapers documenting the events related to this research. For the moment, many secondary sources have been taken from books, journals, scientific articles and the internet which also cover this theme.

Kata Kunci : Masalah Perkotaan, Kesehatan Jiwa, Jakarta

  1. S1-2020-399572-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399572-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399572-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399572-title.pdf