Determinan Inklusi Keuangan Syariah di Era Digital: Analisis Lintas Provinsi
ZAKI 'ABDULLAH, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Sos.Sc.
2020 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYASektor keuangan syariah adalah salah satu sektor paling vital dalam sistem ekonomi syariah di Indonesia saat ini. Oleh sebab itu, inklusi keuangan syariah perlu untuk lebih diperhatikan, khususnya dalam hal pengukuran serta pengambilan kebijakan dalam menghadapi era digitalisasi, karena digitalisasi dapat menjadi momentum yang bisa memberikan peluang sekaligus ancaman bagi sektor keuangan syariah. Penelitian ini mencoba untuk melakukan pengukuran inklusi keuangan syariah pada tingkat provinsi di Indonesia melalui dimensi aksesibilitas, ketersediaan dan pemanfaatan serta menganalisis dampak dari adanya digitalisasi terhadap inklusi keuangan syariah tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Indeks Sarma sedangkan alat analisis yang digunakan adalah korelasi Pearson dan fixed effect model. Hasil pengukuran menunjukkan angka yang sangat bervariasi antara satu provinsi dengan provinsi yang lain dimana provinsi yang maju secara ekonomi cenderung memiliki tingkat inklusi keuangan syariah yang lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi yang sedang berkembang, selain itu provinsi dengan penduduk Muslim mayoritas juga memiliki tingkat inklusi keuangan syariah yang lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi dengan penduduk Muslim sebagai minoritas. Pertumbuhan ekonomi daerah memiliki dampak positif yang signifikan terhadap tingkat inklusi keuangan syariah di daerah tersebut, maka layanan keuangan syariah perlu berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah untuk meningkatkan aspek dimensi pemanfaatan, sedangkan koefisien gini berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap inklusi keuangan syariah. Pada analisis data panel, penetrasi internet berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inklusi keuangan syariah, hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di Indonesia masih menggunakan internet untuk mengakses konten hiburan dan belum dioptimalkan untuk penggunaan layanan keuangan. Meskipun demikian, hadirnya platform fintech syariah mampu memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap inklusi keuangan syariah di Indonesia. Variabel tingkat penguasaan telepon seluler tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat inklusi keuangan syariah dan rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif signifikan terhadap inklusi keuangan syariah. Karena pada umumnya, semakin tinggi pendidikan seseorang cenderung membawanya untuk mencari pekerjaan di daerah yang lebih maju.
Recently, Islamic financial sector is one of the most vital sector in Islamic economic system in Indonesia. Therefore, Islamic financial inclusion needs to be paid more attention in terms of measurement and policy making, especially in facing of the digitalization, because digitalization can be a momentum that provide opportunities as well as threats to Islamic finance. This study attempts to measure Islamic financial inclusion at the provincial level in Indonesia through the dimensions of accessibility, availability and utilization and analyzes the impact of digitalization on Islamic financial inclusion. Measurements are made using the Sarma Index, while the employed methods are pearson correlation and fixed effect model. The measurement results show that the index vary widely from one province to another, where developed provinces tend to have higher levels of Islamic financial inclusion compared to developing provinces. In addition, provinces with a majority Muslim population also have a higher level of Islamic financial inclusion than provinces where the Muslim population are minority. It was found that economic growth in the regions has a significant positive impact on the level of Islamic financial inclusion in the area, so Islamic financial services need to always contribute to economic development in the regions to improve dimension of the utilization, while the gini coefficient has a negative but insignificant effect on Islamic financial inclusion. In panel data analysis, internet penetration has a significant negative effect on Islamic financial inclusion, it shows that the majority of people in Indonesia still use the internet to access entertaining content and has not been optimized for financial services yet. Nevertheless, the presence of a Islamic fintech platform has a significant positive impact on Islamic financial inclusion in Indonesia. The cellphone penetration has no significant effect on the level of Islamic financial inclusion and the average length of school year has a significant negative effect on Islamic financial inclusion. Generally, higher education tend to lead people to find job in developed region to get higher salary.
Kata Kunci : Digitalization, Islamic Financial Inclusion, Islamic Fintech