Laporkan Masalah

EVALUASI POLA FLUKTUASI AIR TANAH DENGAN METODE INJEKSI AIR HUJAN UNTUK PENINGKATAN KUANTITAS DAN PERBAIKAN KUALITAS AQUIFER DI KAWASAN PERKOTAAN STUDI KASUS PERMUKIMAN DI JALAN KUSUMANEGARA KOTA YOGYAKARTA

PRATAMA TIRZA S S, Dr-Ing. Ir. Agus Maryono, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Krisis air bersih melanda hampir diseluruh dunia akibat perubahan iklim, eksplorasi yang kurang memperhatikan keberlanjutan, dan beberapa permasalahan lainnya. Laju pertumbuhan yang pesat di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadikan ketersediaan air menjadi salah satu permasalahan yang harus segera diberikan solusinya. Hal ini terjadi akibat tingginya pertumbuhan dibidang pembangunan dan perkembangan penduduk seperti menjamurnya hotel atau penginapan, restoran, cafe, dan beberapa tempat lainnya. Kawasan penelitian ini terletak diantara Kelurahan Semaki Gede dan Kelurahan Muja Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta yang juga memiliki permasalahan yang sama dalam mewujudkan ketersediaan air yang berkelanjutan. Pada tahun 2014, kawasan ini melakukan gerakan kolektif untuk menentang pembangunan sebuah hotel yang dianggap oleh masyarakat sebagai penyebab permasalahan turunnya muka air tanah (MAT). Turunnya tinggi muka air tanah dan kekeringan juga menjadi bencana yang sering terjadi di Dearah Istimewa Yogyakarta. Hal ini menyebabkan munculnya anomali dalam perilaku lingkungan karena disisi lain ketika musim penghujan masih banyak titik yang mengalami bencana banjir. Tinggi curah hujan (mm) selama tahun 1976 hingga 2018 menunjukan tidak adanya perubahan yang besar dalam potensi intensitas hujan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditunjukan dalam analisa regresi linier pada data hujan menunjukan besaran 0,04 kurang dari 1. Sehingga, potensi air hujan dengan rata-rata 7,23 mm perbulan dengan maksimum hujan 210,281 mm di Bulan November Tahun 2017 dan minimum hujan pada Bulan Mei hingga Oktober Tahun 2018 dengan besaran 0 dapat dimanfaatkan. Metode yang digunakan adalah memasukan atau recharge air hujan kedalam sumur gali agar kestabilan muka air tanah terjaga. Penelitian ini menerapkan teknologi injeksi air hujan GAMA Rainfilter yang memanfaatkan 10 titik sumur gali dengan pembagian 5 sumur gali penelitian pengamatan tidak terinjeksi dan 5 sumur gali penelitian pengamatan terinjeksi. Kesepuluh titik sumur gali penelitian pengamatan diukur tinggi muka air tanahnya dari tahun 2018 hingga 2019 yang menghasilkan hasil imbuhan sebesar 0,095 m atau 9,5 cm. Perubahan kualitas air tanah menunjukan hasil baik dengan beberapa indikator yang perlu diperhatikan kembali dalam proses metode pengujian. Hal ini mendukung penerapan indikator Sustainable Development Goals indikator 6 tentang air dan sanitasi.

The clean water crisis has hit almost the entire world due to climate change, exploration which pays little attention to sustainability, and several other problems. The rapid growth rate in the Special Region of Yogyakarta makes the water scarcity is one of the problems that must be immediately given a solution. This situation happened because of the rapid development and population growth, such as the rapid development of hotels or inns, restaurants, cafes, and several others. This research area is located between Semaki Gede Village and Muja Muju Village, Umbulharjo District, Yogyakarta City which also has the same problem in realizing sustainable water availability. In 2014, people in this area made a collective movement against the construction of a hotel that was considered as the cause of declining groundwater level (MAT) problem. Declining groundwater level and drought have also become frequent disasters in Special Region of Yogyakarta. This situation causes anomaly in environmental behavior, because when the rainy season come, there are still many flooding points. The amount of rainfall (mm) during 1976 to 2018 showed no major changes in the potential rainfall intensity that occurred in the Special Region of Yogyakarta as indicated in the linear regression analysis of the rainfall data showing a magnitude of 0.04. Thus, the potential for rainwater with an average of 7.23 mm per month with a maximum rainfall of 210,281 mm in November 2017 and minimum rain in May to October 2018 with a magnitude of 0 can be utilized. The method used is to load or recharge rainwater into dug wells so that the stability of the ground water level is maintained. This research apply the GAMA Rainfilter rain water injection technology which utilizes 10 dug wells that consist of 5 dug wells with uninjected observation research and 5 dug wells with injected observation research. The groundwater level from 2018 to 2019 of the ten wells be observed which resulted in an additive yield of 0.095 m or 9.5 cm. Changes in groundwater quality show good results with several indicators that need to be considered again in the testing method process. This supports the application of Sustainable Development Goal's indicator 6 clean water and sanitation.

Kata Kunci : Tinggi Muka Air Tanah (MAT), Injeksi Air Hujan/ Groundwater Level Data, Rain Water Injection

  1. S2-2020-422581-abstract.pdf  
  2. S2-2020-422581-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-422581-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-422581-title.pdf