PERSEPSI TENTANG HUBUNGAN ASMARA PADA INDIVIDU BERLATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI
NABILA TUFFAHATI, Amelia Maika, MA, M.Sc., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPerceraian orang tua menjadi sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan bagi individu sebagai anak. Perceraian orang tua pada umumnya meninggalkan dampak yang mengubah hidup individu, salah satunya berkaitan dengan persepsi mengenai hubungan asmara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mengenai hubungan asmara pada individu yang berlatar belakang orang tua bercerai. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menentukan karakteristik informan penelitian, yaitu laki-laki dan perempuan berusia 18-24 tahun yang berlatar belakang orang tua bercerai. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam. Analisis data menggunakan deskriptif-naratif yaitu mendeskripsikan data-data yang telah diperoleh dalam bentuk narasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi individu mengenai hubungan asmara tidak lepas dari konflik penyebab perceraian, pola interaksi anak dan orang tua, serta strategi individu dalam menghadapi perceraian orang tua. Dalam temuan penelitian ini, individu yang orang tuanya bercerai akibat perselingkuhan cenderung memiliki persepsi negatif seperti mengalami masalah kepercayaan, dibandingkan perceraian yang disebabkan oleh faktor lain.
Parental divorce becomes an unpleasant event for every individual as a child from divorced parent. Parental divorce generally leaves a changing impact on an individual's life, one of which is related to perceptions of romantic relationships. This study aims to determine the perceptions of romantic relationships among individuals with divorced parents. This study used a qualitative research design with a descriptive-narrative approach. The data collection technique was carried out by determining the characteristics of the research informants, namely men and women aged 18-24 years with a divorced parent background. The research data were obtained through in-depth interviews. The data analysis used descriptive-narrative, which describing the data that had been obtained in narrative form. The theory used in this research is symbolic interaction theory. The results showed that individual perceptions of romantic relationships could not be separated from the conflict causes of divorce, patterns of parent-child interactions, and individual strategies in dealing with parental divorce. In the research findings, individuals whose parents divorced because of infidelity were more likely to have negative perceptions such as experiencing trust issues, compared to divorce caused by other factors.
Kata Kunci : perceraian orang tua, hubungan asmara, persepsi, parental divorce, romantic relationship, perception