PENGARUH JAMINAN PERLINDUNGAN, RISIKO KESALAHAN, DAN MEDIASI KEPERCAYAAN TERHADAP PELAPORAN KECURANGAN PADA SALURAN PELAPORAN ANONIM
PRIYASTIWI, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA, Ak; Dr. Ertambang Nahartyo, MBA, Ak
2020 | Disertasi | DOKTOR ILMU AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh sertifikasi dan kualitas jaminan perlindungan terhadap niat melaporkan kecurangan pada organisasi pemerintah. Dalam penelitian ini juga menguji pengaruh sertifikasi dan kualitas jaminan perlindungan yang diberikan kepada whistleblower terhadap niat melaporkan kecurangan yang dimediasi oleh variabel kepercayaan. Oleh karena kecurangan mempunyai tingkat risiko yang berbeda, maka penelitian ini juga menguji pengaruh risiko kesalahan terhadap niat melaporkan kecurangan. Penelitian ini menggunakan dua eksperimen berbasis internet dengan partisipan mahasiswa magister dan karyawan. Ekeperimen 1 menguji pengaruh sertifikasi jaminan perlindungan dan risiko kesalahan terhadap niat pelaporan kecurangan. Adapun eksperimen 2 menguji pengaruh kualitas jaminan perlindungan dan risiko kesalahan terhadap niat pelaporan keuangan. Untuk menguji hipotesis yang dibangun digunakan analysis of variance. Selain itu, analisis jalur juga digunakan untuk menguji pengaruh mediasi kepercayaan terhadap hubungan antara sertifikasi dan kualitas jaminan perlindungan terhadap niat pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dan kualitas jaminan perlindungan berpengaruh terhadap niat melaporkan kecurangan yang dimediasi oleh kepercayaan. Hasil penelitian juga menunjukkan efek interaksi antara risiko kesalahan dengan sertifikasi dan kualitas jaminan perlindungan terhadap niat pelaporan signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa pada kondisi risiko kesalahan tinggi, perbedaan niat pelaporan antara tidak ada dan ada sertifikasi jaminan perlindungan akan lebih kecil dibandingkan dengan ketika risiko kesalahan rendah. Penelitian ini juga menemukan bahwa pada kondisi risiko kesalahan tinggi, perbedaan niat pelaporan antara kualitas jaminan perlindungan yang tinggi dan rendah lebih kecil dibandingkan dengan ketika risiko kesalahan rendah. Hasil penelitian ini memberikan prespektif baru dalam membahas keefektifan pelaporan kecurangan dari sisi organisasi. Penelitian dapat memberikan dukungan teoritis pengambilan keputusan dalam pelaporan kecurangan untuk melindungi pelapor dari ancaman pembalasan. Penelitian ini juga mempunyai beberapa implikasi praktis yaitu berguna bagi organisasi pemerintah dalam mendesain saluran pelaporan anonim atau sistem whistleblowing yang memperhatikan kualitas jaminan perlindungan pelapor, sehingga mendorong karyawan untuk melaporkan kecurangan yang terjadi pada organisasi pemerintah di Indonesia.
This study aims to empirically examine the effect of certification and the quality of protection assurance toward the whistleblowing intention to report fraud on government organizations. This study also examines the effect of certification and the quality of the protection assurance provided to the whistleblowers toward the whistleblowing intention to report fraud mediated by trust variable. Because of the fraud itself has different levels of risk, this study also examines the effect of the fraud risk towards the whistleblowing intention to report fraud. This study uses two internet-based experiments with master students and employees as the participants. Experiment 1 examines the effects of the certification of protection assurance and the fraud risk on whistleblowing intentions. Experiment 2 examines the effect of the quality of protection assurance and the fraud risk on financial reporting intentions. To test the hypotheses, analysis of variance is used. In addition, path analysis is also used to examine the effect of trust mediation on the relationship between certification and the quality of protection assurance toward the reporting intentions. The results show that the certification and quality of protection assurance influence on intention to whistleblow the fraud mediated by trust. The results also show the interaction effect between the fraud risk with certification and the quality of the protection assurance toward the whistleblowing intention is significant. This study finds that under the condition of high fraud risk, the difference in whistleblowing intention between a non-existent and existent certification of protection assurance would be smaller compared to when the fraud risk was low. The study also finds that under conditions of high fraud risk, the difference in whistleblowing intentions between high and low quality protection assurance was smaller compared to when the fraud risk was low. The results of this study provide a new perspective in discussing the effectiveness of whistleblowing the fraud from the organizational point of view. Reasearchers can provide theoretical support for decision making on whistleblowing the fraud to protect whistleblowers from the threat of retaliation. This study also has several practical implications, which are useful for government organizations in designing anonymous whistleblowing hotlines or whistleblowing systems that pay attention to the quality of the whistleblower protection guarantee, thus encouraging employees to whistleblow any fraud that occurs in government organizations in Indonesia.
Kata Kunci : Kepercayaan, Kualitas Jaminan Perlindungan, Pelaporan Kecurangan, Sertifikasi, Risiko Kesalahan, Certification, Fraud Risk, Quality Protection Assurance, Trust, Whistleblowing