Laporkan Masalah

PENGARUH KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN CEMARA LAUT (Casuarina equisetifolia) SELAMA TIGA BULAN DI LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH

Dina Fatilah Husna, Prof. Dr. Ir. Cahyono Agus D.K., M.Agr.Sc; Dr. Dra. Winastuti Dwi Atmanto, M. P.

2020 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pulau Bangka merupakan salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia, hal ini dikarenakan pulau Bangka merupakan bagian dari The Southeast Asian Tin Belt oleh karena itu kegiatan penambangan timah sudah dilakukan cukup lama. Kegiatan penambangan timah dapat menyebabkan deforestasi dan degradasi lahan. Kegiatan penambangan timah, jika tidak dilakukan perbaikan, akan menimbulkan bekas penambangan berupa kolong yang banyak dan dibiarkan begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan karakteristik tanah sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pemupukan dengan kompos, dan melihat pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman cemara laut (Casuarina equisetifolia) selama 3 bulan. Pengambilan sampel tanah serta pengukuran tinggi dan diameter tanaman cemara laut dilakukan setiap dua minggu sekali selama tiga bulan pada tanaman yang dipupuk dengan kompos blok, kompos curah, dan yang tidak diberi perlakuan. Parameter sampel tanah yang diamati berupa tekstur tanah, pH, C-organik, KTK, N tersedia, P tersedia, dan K tersedia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih belum ada pengaruh perubahan kualitas tanah di sekitar lahan pasca tambang. Perlakuan yang diberikan nilainya lebih tinggi daripada tanah akibat penambangan timah/kontrol yaitu pada sifat kimia tanah seperti pH, C-organik, KTK, N tersedia, P tersedia, dan K tersedia. Pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman cemara laut juga meningkat karena adanya pemberian perlakuan terutama pada perlakuan kompos curah.

Bangka Island is one of the largest tin producers in Indonesia since the island of Bangka is a part of the Southeast Asian Tin Belt, and therefore tin mining activities have been carried out since a long time. Tin mining activities can lead to deforestation and land degradation. Without any reparation efforts, tin mining activities will result in a lot of underneath ex-mining area which are remain abandoned. This study aims to determine the changes in soil characteristics before and after compost fertilization treatments and to identify the effect of treatment on the growth of height and diameter of three months old Casuarina equisetifolia. Soil samples collection and the height and diameter measurement of plants were conducted every two weeks within three months on the fertilization treatments: control, block compost, and bulk compost. The parameters of the soil samples observed in this study were soil analysis, including soil texture, pH, organic C, CEC, available N, available P, and available K. The results of this study indicate that there is still no effect of changes in soil quality in the post-mining land. The treatment gave a higher value than the soil post tin mining/control, for the chemical properties of the soil such as pH, C-organic, CEC, available N, available P, and available K. The height and diameter growth of sea pine plants also increased due to the treatment, especially in the bulk compost treatment.

Kata Kunci : Pertambangan timah, kompos blok, kompos curah, pertumbuhan cemara laut

  1. S1-2020-381037-abstract.pdf  
  2. S1-2020-381037-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-381037-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-381037-title.pdf