Laporkan Masalah

KAJIAN DESAIN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN, PENCAHAYAAN ALAMI DAN SISTEM KOMBINASI PADA PERPUSTAKAAN GEDUNG LEARNING CENTER FEB UGM

ANGGI NOVIA CHAIR, Sentagi Sesotya Utami, ST.,M.Sc.,Ph.D; Faridah, ST., M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Kegiatan membaca dan menulis dilakukan dalam perpustakaan kampus membutuhkan pencahayaan. Pencahayaan yang baik akan mengakomodasi kegiatan pembelajaran dan menciptakan menyaman bagi mahasiswa. Skripsi ini melakukan pengkajian terhadap desain pencahyaan sistem pencahayaan buatan, pencahayaan aami dan sistem kombinasi pada perpustakaan lantai 4 gedung Learning Center FEB UGM. Langkah kajian dilakukan terhadap desain rancangan sistem pencangan gedung Learning Center UGM menggunakan software DIALux. Hasil dari simulasi menunjukan bahwa nilai iluminansi pada sistem pencahayaan alami jam 09.00 telah mencapai 48,65% areanya memiliki nilai iluminansi kurang lebih 300 lux dan pada sistem pencahayaan alami jam 17.00 sebesar 26,40 % areanya memliki nilai iluminansi kurang lebih 300 lux . Pada sistem kombinasi, area dengan nilai iluminansi kurang lebih300 lux mencapai 67,28% dengan daya pencahayaan sebesar 1,98 W/m persegi. Kemudian untuk sistem pencahayaan buatan memiliki Eav sebesar 264 lux dengan daya pencahayaan sebesar 3,23 W/m persegi.

Reading and writing activities carried out in the campus library require lighting. Good lighting will accommodate learning activities and create a comfortable atmosphere for students. This thesis examines the lighting design of artificial lighting systems, daylighting system and combination systems on the 4th floor library of the FEB UGM Learning Center building. The study step was carried out on the design of the UGM Learning Center building system using DIALux software. The results of the simulation show that the illuminance value in the daylighting system at 09.00 has reached 48.65% of the area has an illuminance value kurang lebih 300 lux and in the daylighting system at 17.00 it is 26.40% of the area has an illuminance value of kurang lebih 300 lux. Whereas in the combination system, the area with an illuminance value kurang lebih 300 lux reaches 67.28% with a luminance power of 1.98 W/m squared. Then for the artificial lighting system has an Eav of 264 lux with a lighting power of 3.23 W/m squared.

Kata Kunci : DIALux, lux, iluminansi, tingkat pencahayaan.

  1. S1-2020-333057-abstract.pdf  
  2. S1-2020-333057-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-333057-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-333057-title.pdf