Laporkan Masalah

Persepsi Anak terhadap Kelayakan Huni Kampung Ramah Anak dengan Q-methodology di Kelurahan Wirogunan, Kota Yogyakarta

WINDA RAHMATYA N, Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM

2020 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Program-program pembangunan dibuat untuk memastikan seluruh warga kota mendapatkan akses pada layanan dasar yang dibutuhkan, salah satunya adalah Program Kampung Ramah Anak (KRA). Strategi pengembangan KRA adalah dengan mengintegrasikan hak anak ke dalam proses penyusunan kebijakan dan program pembangunan. Di Kota Yogyakarta sendiri terdapat 199 RW KRA dengan Kelurahan Wirogunan dengan jumlah KRA terbanyak. Mengingat bahwa salah satu masalah yang dialami anak di perkotaan adalah kondisi lingkungan yang tidak mendukung tumbuh kembang anak, maka perlu dilihat kembali kelayakan huni permukiman di KRA. Penelitian ini menggunakan persepsi anak secara langsung untuk mengetahui kondisi riil yang dirasakan anak sebagai pengguna ruang. Dengan menggunakan Q-methodology, penelitian ini akan melihat persepsi anak mengenai kelayakan huni permukiman dengan indikator-indikator Kota Layak Huni (livable city). Hasilnya, terdapat 6 kelompok pendapat (faktor) yang menjelaskan pendapat anak tentang KRA di Kelurahan Wirogunan. Yaitu (1) Kelompok nyaman bermain dengan ruang terbuka dan jalur pejalan kaki, (2) Kelompok nyaman bermain dengan pengawasan orang tua namun tidak ada ruang terbuka, (3) Kelompok nyaman bermain dengan udara bersih namun kondisi rumah kurang baik, (4) Kelompok nyaman bermain dan belajar, (5) Kelompok nyaman belajar namun kurang nyaman bermain, dan (6) Kelompok nyaman bermain tanpa ancaman bencana. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan prioritas pada tiap kelompok anak dalam menilai kelayakan huni permukiman. Sedangkan untuk penilaian atas indikator-indikator kelayakan huni, yang dinilai sudah baik oleh anak adalah indikator kondisi bangunan, air bersih dan sanitasi, polusi udara, inisiasi lingkungan, akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan perdagangan, adanya ruang terbuka, dan interaksi sosial tetangga. Dan yang memerlukan perbaikan adalah kualitas jalan, kebersihan lingkungan dan persampahan, keamanan dari kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, serta bencana alam, transportasi publik, jalur pejalan kaki, dan partisipasi publik.

Urban development programs are designed to ensure all residents have access to basic services needed, one of which is the Child-Friendly Kampong Program (KRA). KRA development strategy is to integrate children's right into the process of formulating policies and development programs. In Yogyakarta, there are 199 KRA with Wirogunan as the highest number of KRAs. Given that one of the problems experienced by children in urban areas is environmental conditions that do not support growth and development, it is necessary to look at the livability of settlements in KRA. This study uses children's perception directly to determine the real conditions felt by children as users. By using Q-methodology, this study will look at children's perception on livability with indicators of livable city. As a result, there were 6 groups of opinion (factors) that explained children's opinion about KRA in Wirogunan. Namely (1) Group that comfortably playing with open space and pedestrian ways, (2) Group that comfortably playing with parental supervision but no open space (3) Group that comfortably playing with clean air but poor quality of house, (4) Group that comfortably playing and learning, (5) Group that comfortably learning but not playing, (6) Group that comfortably playing without the threat of disaster. This result show the differences of group's priority to assess livability. Whereas for the assessment of the livability indicators, which were considered good by the children group were indicators of building conditions, clean water and sanitation, air pollution, environmental initiation, access to health, education and trade facilities, the presence of open spaces, and social interactions. And what needs to improve are the quality of roads, environmental and solid waste cleanliness, safety from accidents, crime, and natural disasters, public transportation, pedestrian paths, and public participation.

Kata Kunci : Persepsi, Kelayakan huni, Kampung Ramah Anak, Q-Methodology, Kelurahan Wirogunan

  1. S1-2020-394906-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394906-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394906-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394906-title.pdf