Laporkan Masalah

Hubungan Karakteristik, Kepatuhan, dan Outcome Klinis Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Kabupaten Bantul

MUH. IRHAM BAKHTIAR, Dr. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.App; Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm.,Apt.

2020 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIK

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Angka keberhasilan terapi tuberkulosis pada tahun 2017 di kabupaten Bantul menempati posisi terendah yaitu 65% dan masih dibawah target minimal 85% (secara nasional). Keberhasilan terapi tuberkulosis sangat ditentukan oleh kepatuhan pengobatan pasien. Namun kepatuhan pasien dipengaruhi oleh karakteristik sosiodemografi yaitu jenis kelamin, umur, latar belakang pendidikan, status pernikahan, status kerja, status merokok, pengetahuan pasien serta kondisi klinis berupa penyakit komorbid dan efek samping obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan kepatuhan pengobatan dan mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan terhadap outcome klinis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan studi cross sectional dengan bantuan alat ukur kuesioner Morisky Green Levine-Test (MGLT) untuk mengukur kepatuhan pengobatan dan kuesioner khusus untuk mengukur pengatahuan pasien. Data penelitian diambil di puskesmas wilayah kabupaten Bantul pada periode Februari - Juni 2020. Analisis univariate digunakan untuk melihat gambaran subyek penelitian secara deskriptif dan analisis bivariate dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antara karekteristik pasien terhadap kepatuhan, dan outcome klinis dengan angka tingkat kepercayaan 95% (α < 0,05). Sebanyak 57 responden yang tersebar di 15 puskesmas dari total 27 puskemas yang ada di Kabupaten Bantul yang dilibatkan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan uji chi-square tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien dengan kepatuhan pengobatan. Hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan outcome klinis tidak dapat dijelaskan dengan analisis secara statistik karena outcome klinis pada pasien kelompok patuh 51 (89,5%) maupun tidak patuh sebanyak 6 (10,5%) semuanya membaik.

Tuberculosis is a contagious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. The success rate for tuberculosis therapy in 2017 in Bantul district was in the lowest position, namely 65% and still below the minimum target of 85% (nationally). The success of tuberculosis therapy is largely determined by patient adherence to treatment. However, patient adherence was influenced by sociodemographic characteristics, namely gender, age, educational background, marital status, work status, smoking status, patient knowledge and clinical conditions such as comorbid diseases and drug side effects. The purpose of this study was to see the relationship between patient characteristics and treatment adherence and to see the relationship between treatment adherence and clinical outcome. This study is an analytical observational study with a cross sectional study design with the help of the Morisky Green Levine-Test (MGLT) questionnaire to measure medication adherence and a special questionnaire to measure patient knowledge. Research data were taken at the Bantul district health center in the period February - June 2020. Univariate analysis was used to see descriptive descriptions of research subjects and bivariate analysis with the chi-square test to see the relationship between patient characteristics and adherence and clinical outcomes with a confidence level of 95. % (α <0.05). A total of 57 respondents spread across 15 health centers from a total of 27 health centers in Bantul Regency were involved in this study. Based on the results of statistical analysis using the chi-square test, there was no significant relationship between patient characteristics and medication adherence. The relationship between treatment adherence and clinical outcome could not be explained by statistical analysis because the clinical outcome of patients in the adherent group 51 (89.5%) and 6 (10.5%) had all improved.

Kata Kunci : Kepatuhan Pengobatan, Outcome Klinis, TB Paru, MGLT

  1. S2-2020-432936-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432936-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432936-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432936-title.pdf