Pemetaan Bahaya Gelombang Ekstrem di Kawasan Pariwisata Pangandaran, Jawa Barat
FAUZAN AIDINUL HAKIM, Dr.rer.nat. Djati Mardiatno, M.Si.
2020 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANIndonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara Samudera Hindia dan Pasifik menyebabkan karakter gelombang air lautnya relatif tinggi. Fenomena gelombang air laut tinggi bila dibarengi dengan cuaca ekstrem di wilayah samudera dapat menimbulkan fenomena ekstrem yang berdampak signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama bagi wilayah pesisir yang menghadap langsung ke samudera. Sektor pariwisata dan aktivitas perekonomian yang mengandalkan pada wilayah pesisir dapat mengalami kerugian besar apabila dampak fenomena gelombang air laut tinggi tidak terantisipasi. Salah satu wilayah tersebut merupakan kawasan pariwisata Pangandaran, Jawa Barat. Tujuan secara umum dari penelitian ini adalah untuk memetakan bahaya gelombang ekstrem pada kawasan pariwisata Kabupaten Pangandaran serta potensi kerugiannya dapat teridentifikasi. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder meliputi data spasial dan maritim, yaitu data Digital Elevation Model, citra satelit, penggunaan lahan, tinggi gelombang, dan tinggi pasang-surut. Hasil dari penelitian ini yaitu wilayah kajian Pangandaran pada wilayah pesisirnya yang mempunyai elevasi ketinggian 0-2,5 meter dan kemiringan 0-2% akan terkena dampak dari gelombang air laut yang tinggi. Peningkatan gelombang setinggi 2m dari kondisi normal sudah dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan terhadap lahan sawah irigasi, vegetasi darat (kebun), permukiman, dan kawasan perdagangan dan jasa.
Indonesia as an archipelago located between the Indian and Pacific Oceans causes the character of the sea waves to be relatively high. The phenomenon of high sea waves at the same time when accompanied by extreme weather in the ocean area could possibly cause an extreme phenomena which have a significant impact on human life, especially for coastal areas facing the sea which directly meet the ocean. The tourism sector and the economy that relies on and is located in the coastal areas can suffer big losses if the impact of the phenomenon of high sea waves is not anticipated. One of these areas is the Pangandaran tourism area, located in West Java. The general purpose of this research is to map the danger of extreme waves in the tourism area of Pangandaran Regency and identify its potential losses. The data collected are secondary data including spatial and maritime data. The result of this research is that the Pangandaran study field in the coastal area which has an elevation of 0-2,5 meters and a slope of 0-2% will be affected by high sea waves. The increase in waves as high as 2m resulted in enormous losses to irrigated rice fields, land vegetation, settlements and areas of trade and services.
Kata Kunci : Kawasan Pariwisatan Pangandaran, Pemetaan Bahaya, Gelombang Ekstrem, Dampak Gelombang