Laporkan Masalah

Kajian Tren Perubahan Neraca Sumberdaya Lahan Pertanian Dalam Kaitannya Dengan Kemandirian Pangan di Kabupaten Purworejo

ANANDA TRISAKTI N, Dr. Sudrajat, M.P.

2020 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Kemandirian pangan merupakan salah satu kebijakan yang digunakan untuk menentukan ketahanan pangan dari pilar ketersediaan pangan. Sifat ketersediaan pangan selalu berbanding lurus dengan jumlah produksi pangan, sehingga faktor produksi dan ketersediaan pangan saling berkaitan. Salah satunya faktor produksi pangan adalah luas lahan pertanian. Kabupaten Purworejo mengalami penurunan luas lahan pertanian dan peningkatan jumlah penduduk. Selain itu, terdapat pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memicu peningkatan mobilitas di wilayah sekitar, yang salah satunya Kabupaten Purworejo, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan luas lahan pertanian. Penurunan luas lahan pertanian dapat mempengaruhi penurunan jumlah produksi dan ketersediaan pangan, hal tersebut dapat berujung pada perubahan kondisi kemandirian pangan suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca sumberdaya lahan pertanian dan trend perubahannya, kemandirian pangan dan trend perubahannya serta mengetahui keterkaitan trend perubahan neraca sumberdaya lahan pertanian dengan kemandirian pangan wilayah di Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo dan studi literatur. Identifikasi kondisi neraca sumberdaya lahan pertanian dilakukan dengan menggunakan tabel skronto untuk mengetahui perubahan luas lahan pertanian tahun 2009-2018, perhitungan laju alihfungsi lahan dan kemandirian pangan menggunakan rumus matematis, dan keterkaitan antara perubahan neraca sumberdaya lahan pertanian dan kemandirian pangan melalui analisis trend. Hasil penelitian dianalisis dengan metode statistik-deskriptif. Hasil identifikasi kondisi neraca sumberdaya lahan pertanian tahun 2009-2018 menunjukkan bahwa sawah menjadi lahan pertanian yang secara kontinu mengalami penurunan luas dengan laju pertumbuhan bergerak negatif. Kondisi neraca juga sesuai dengan pola alihfungsi sawah dari tahun 2009-2018 yang cenderung menurun dengan laju penurunan 0,34% per tahun. Hasil analisis trend antara perubahan luas sawah dan kondisi kemandirian pangan tidak menunjukan pola keterkaitan yang kuat.

Food self-sufficiency is one of the policies used to determine food security from food availability pillar. The food availability is always directly proportional to the amount of food production, so that the factors of production and food availability are interrelated. One of food production factor is agricultural land area. Purworejo District has experienced a decrease in agricultural land area and an increase in population. In addition, there are new centers of economic growth that can trigger increased mobility in surrounding areas, which is Purworejo District, which has the potential to make agricultural land decreased. A decrease in agricultural land area can affect decrease in the amount of production and food availability, it can lead to changes the food self-sufficiency conditions in a region. This study aims to determine agricultural land resources balance sheet and the trend of changes, food self-sufficiency and trends of change and to determine the relationship between the trend of agricultural land resources balance sheet changes with food self-sufficiency in Purworejo District. The study was conducted using secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) Purworejo District and literature studies. Identification of agricultural land resources balance sheet is carried out by using a discount table to determine changes in agricultural land area in 2009-2018, calculating the rate of land conversion and food self-sufficiency using a mathematical formula, and the relationship between trend of agricultural land resources balance sheet changes and food self-sufficiency through trend analysis. The research results were analyzed using statistical-descriptive methods. The results of agricultural land resources balance sheet condition for 2009-2018 show that paddy fields become agricultural land which continuously decreases in area with negative growth rate. The balance sheet condition is also in accordance with pattern of paddy field conversion from 2009-2018 which tended to decline with a negative growth rate of 0.34% per year. The results of trend analysis between changes in paddy field area and food self-sufficiency conditions do not show a strong correlation pattern.

Kata Kunci : Lahan sawah, alihfungsi lahan pertanian, neraca sumberdaya lahan pertanian, kemandirian pangan/Paddy field, agriculture land conversion, agriculture land balance sheet, food self-sufficiency

  1. S1-2020-393457-Abstract.pdf  
  2. S1-2020-393457-Bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393457-TableofContent.pdf  
  4. S1-2020-393457-title.pdf