Laporkan Masalah

Analisis Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris Dan Definitif Pada Terapi Pneumonia Dan Profil Antibiogram Di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

ANNISA AULIA SAVITRI, dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D, SpMK(K); Dr. apt. Ika Puspita Sari, M. Si.

2020 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIK

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan bawah yang serius karena menjadi penyebab kematian terbesar terutama di negara berkembang. Di Indonesia, pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian di rumah sakit dengan persentase prevalensi pada tahun 2013 sebesar 4,5%. Yogyakarta memiliki persentase prevalensi yang sedikit lebih tinggi dari nilai nasional yaitu 4,6%. Pneumonia merupakan penyakit infeksi terbesar di Rumah Sakit Akademik UGM. Terapi pneumonia yang disebabkan oleh bakteri adalah antibiotik. Pemilihan antibiotik tanpa profil antibiogram dan pola resistensi kuman menyebabkan pemilihan antibiotik empiris menjadi kurang tepat. Oleh karena itu , penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dan definitif pada terapi pneumonia dan membuat profil antibiogram di Rumah Sakit Akademik UGM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data deskriptif menggunakan rekam medis pasien tahun 2018-2019 ditujukan untuk menyusun profil antibiogram pada terapi pneumonia di Rumah Sakit Akademik UGM dan untuk mengetahui pengaruh rasionalitas pemilihan antibiotik empiris maupun definitif dengan outcome klinik pada pasien pneumonia dengan metode Gyssens. Analisis data statistik dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 23rd dengan menggunakan analisis bivariate dengan uji chi square test untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas pemilihan terapi antibiotik empiris dan definitif terhadap perbaikan klinis pasien pneumonia di rumah sakit akademik UGM. Pada penelitian ini didapatkan 98 pasien pneumonia yang masuk dalam kriteria inklusi. Dari 98 pasien pneumonia diketahui 83 pasien diberikan terapi antibiotik empiris dan 15 pasien diberikan kombinasi antibiotik empiris dan definitif. Hasil analisis rasionalitas penggunaan regimen terapi antibiotik empiris dan definitif menunjukkan 38,5% dikatakan rasional dengan presentase pasien dengan clinical outcome membaik sebesar 81,5%. Hal ini menunjukkan bahwa rssionalitas antibiotik tidak mempengaruhi clinical outcome. Gambaran bakteri yang ditemukan di RS Akademik UGM adalah bakteri gram negatif (77,7%) dan bakteri gram positif (22,2%).

Pneumonia is one of the serious lower respiratory tract infections that caused the leading cause of death, especially in developing countries. In Indonesia, pneumonia is one of the causes of death in hospitals with a prevalence percentage in 2013 of 4.5%. Yogyakarta has a prevalence percentage that is slightly higher than the national standar, 4.6%. Pneumonia is the biggest infectious disease in UGM Academic Hospital. Treatment of pneumonia caused by bacteria is antibiotics. The choice of antibiotics without an antibiogram profile and the pattern of bacterial resistance causes the empiric antibiotic selection to be not precise. Therefore, the purpose of this study is to knowing the rationale for the use of empirical and definitive antibiotics in pneumonia therapy and making antibiogram profiles at UGM Academic Hospital. This study used a descriptive analytical research method with a cross sectional study design and retrospective data collection. Retrieval of descriptive data using patient medical records for 2018-2019 was aimed at compiling an antibiogram profile on pneumonia therapy at UGM Academic Hospital and to determine the rationality relationship between empirical and definitive antibiotic selection with the recovery of patients diagnosed with pneumonia using the Gyssens method. Statistical data analysis with the 25th version of SPSS software is used for bivariate analysis with the chi square test to determine the relationship between the rationale for choosing empirical and definitive antibiotic therapy on clinical improvement in pneumonia patients at UGM academic hospital.\ In this study, 98 pneumonia patients were included in the inclusion criteria. based on the 98 pneumonia patients, 83 patients were given empiric antibiotic therapy and 15 patients were given a combination of empiric and definitive antibiotics. The results of the evaluation of the suitability of the use of empirical antibiotic in pneumonia patients who were hospitalized at UGM Academic Hospital showed 38,5% of patients received appropriate empirical and definitive antibiotics with the percentage of patients with clinical outcomes improving by 81.5%. This suggests that antibiotic prevalence does not affect clinical outcomes. The main of bacteria found in UGM Academic Hospital were gram-negative (77,7%) and gram-positive (22,2%).

Kata Kunci : antibiotik, Pneumonia, antibiogram, metode Gyssens, empiris, definitif.

  1. S2-2020-432921-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432921-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432921-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432921-title.pdf