Laporkan Masalah

Perencanaan Infrastruktur Transportasi Sekolah dalam Mendukung Penerapan New Normal di Kota Yogyakarta (Studi Kasus : SMA di Kota Yogyakarta)

SHAFIRA A PANGO, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Pada akhir tahun 2019 ditemukan virus baru di Kota Wuhan, Tiongkok, yaitu virus SARS-CoV-2 yang menyerang bagian pernafasan manusia. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini diberi nama COVID-19. Kasus COVID-19 muncul berbagai Negara di dunia termasuk Indonesia. Virus ini dapat menular melalui droplet yang dikeluarkan oleh penderita, oleh karena itu untuk mengurangi penyebaran virus ini pada bulan Maret 2020 pemerintah mengeluarkan peraturan untuk Belajar dari Rumah bagi seluruh pelajar di Indonesia. Peraturan ini memberikan dampak pada transportasi sekolah. Kemudian pada awal Juli pemerinta mulai memberlakukan new normal, yaitu kebiasaan untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi. Pada masa ini beberapa tempat umum mulai beroperasi kembali. Untuk mempersiapkan diberlakukannya pembelajaran secara tatap muka kembali, maka perlu dilakukan perencanaan infrastruktur transportasi agar pelajar tetap terjaga dari penularan virus. Penelitian dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Yogyakarta. Pegambilan data dilakukan dengan melakukan survey secara online melalui penyebaran google form pada sampel pelajar SMA di Kota Yogyakarta untuk mengetahui penggunaan moda sebelum dan saat pandemi. Kemudian dilakukan perencanaan infrastruktur transportasi sekolah untuk mendukung penerapan new normal. Semenjak Belajar dari Rumah diberlakukan, persentase pengunaan seluruh moda mengalami penurunan, kecuali moda sepeda motor. Moda yang paling banyak dipilih untuk digunakan setelah masa pandemi dinyatakan berakhir adalah sepeda motor yaitu sebanyak 88,66% dari total responden. Perencanaan transpotasi sekolah untuk mendukung new normal dilakukan pada SMA Negeri di Kota Yogyakarta. Perencanaan yang dilakukan berdasarkan pada konsep green transport. Pada perencanaan bus Trans Jogja, dilakukan pengurangan kapasitas penumpang agar tercipta jarak 1 meter antar penumpang. Dalam mendukung penggunaan moda sepeda dan jalan kaki maka dibuat jalur khusus sepeda dan pejalan kaki. Infrastruktur berupa halte telah memenuhi peraturan yang ada sehingga tidak perlu dilakukan penambahan halte.

At the end of 2019, a new virus was found in Wuhan, China. That virus was named SARS-CoV-2 virus which attacks the human respiratory tract. The disease caused by the virus is named COVID-19. COVID-19 cases have emerged in various countries in the world, including Indonesia. This virus can be transmitted through droplets released by the patient, therefore to reduce this virus in March 2020 the government issued a regulation for Learning from Home for all students in Indonesia. This regulation has an impact on school transportation. Then in early July, the government began to impose a new normal, the habit of adapting to pandemic conditions. During this time several public places started working again. To prepare for face-to-face learning again, it is necessary to plan transportation infrastructure so that students remain protected from virus transmission. This research was conducted at State Senior High Schools (SMA) in Yogyakarta City. Data collection was carried out by conducting an online survey through the distribution of a google form on a sample of high school students in Yogyakarta City to see the use of modes before and during the pandemic. Then the school transportation infrastructure planning is carried out to support the implementation of the new normal. The most preferred mode for use after the pandemic period was declared to have ended was motorbikes, accounting for 88.66% of the total respondents. School transportation planning to support the new normal is carried out at SMA Negeri in Yogyakarta City. The planning is based on the green transport concept. In the Transjogja bus planning, passenger capacity is reduced to create a distance of 1 meter between passengers. In supporting the use of bicycle and walking modes, special lanes for bicycles and pedestrians are made. The infrastructure in the form of bus stops has met the existing regulations so there is no need for additional bus stops.

Kata Kunci : Kata Kunci : COVID-19, New Normal, Green Transport

  1. S1-2020-400325-abstract.pdf  
  2. S1-2020-400325-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-400325-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-400325-title.pdf