OUTPATIENT PARENTERAL ANTIMICROBIAL TREATMENT PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA: KAJIAN BIAYA DAN KEPUASAN PASIEN
ELMA VIORENTINA S, Dr. apt. Ika Puspita Sari, M. Si.; dr. Rizka Humardewayanti Asdie, Sp. PD., KPTI.
2020 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIKUlkus diabetik merupakan salah satu komplikasi dari diabetes melitus dengan risiko amputasi mencapai 50% pada kasus pasien dengan infeksi. Kendala yang sering terjadi ialah pasien yang membutuhkan antibiotik sediaan parenteral menolak untuk menjalani rawat inap. Outpatient Parenteral Antimicrobial Treatment (OPAT) merupakan pemberian terapi antimikroba parenteral tanpa rawat inap. Tujuan utama program OPAT adalah memungkinkan pasien memperoleh terapi antibiotik parenteral dengan aman dan efektif tanpa menjalani rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya pemberian antibiotika parenteral dan kepuasan pasien antara pasien ulkus diabetik terinfeksi yang memperoleh pelayanan rawat inap dan rawat jalan (OPAT). Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimental pada pasien ulkus diabetik di RSUP Dr. Sardjito. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan November 2019 hinga Juni 2020. Biaya yang dianalisis dalam penelitian ini berupa biaya medik langsung, biaya non medik langsung dan biaya tak langsung. Kuesioner kepuasan pasien yang digunakan dalam penelitian ini ialah Patient Satisfaction Quetionare-18 (PSQ-18) versi bahasa Indonesia yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Uji t tidak berpasangan atau Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui perbedaan biaya dan kepuasan pasien antara kedua kelompok. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 15 pasien di kelompok OPAT dan 15 pasien di kelompok kontrol (rawat inap). Hasil analisis menunjukkan total biaya pelayanan kelompok OPAT ialah sebesar Rp 5.714.408 dan total biaya pemberian terapi antibiotik parenteral rawat inap sebesar Rp 13.271.119 (p = 0,026). Pada penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayanan OPAT adalah 4,66 sedangkan nilai rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat inap adalah 4,69. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kepuasan pasien yang mendapatkan pelayanan OPAT dengan pelayanan rawat inap (p = 0,817).
Diabetic ulcers are one of the complications of diabetes mellitus with the risk of amputation reaching 50% in cases of patients with infection. The obstacle that often occurs is that patients who need parenteral antibiotics refuse to be hospitalized. Outpatient parenteral antimicrobial treatment (OPAT) is the administration of parenteral antimicrobial agent in an outpatient setting. The main goal of the OPAT program is to enable patients to receive parenteral antimicrobial therapy safely and effectively without being hospitalized. This study aims to determine cost and patient satisfaction differences between OPAT group and control group. A quasi experimental study was conducted beetwen November 2019 until June 2020 in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. This study uses purposive sampling method to allocate patient into OPAT and control group. Direct medical costs, indirect medical costs and indirect costs was analyzed in this study. Patient satisfaction was determined via Patient Satisfaction Quetionare-18 (PSQ-18) in Indonesian version. Data analysis with independent t test and Mann Whitney was performed to determine differences in cost and patient satisfaction between groups. During 10 month of study 15 patient are eligible to OPAT group and 15 patient are eligible to control group. The total cost of OPAT service group was Rp. Rp 5.714.408 and total cost control group was Rp. 13.271.119 (p = 0,026). Patients in OPAT and control group were highly satisfied with the OPAT service with the mean rating of 4,66 and 4,69. There is no significant difference in patient satisfaction mean both of the group (p = 0,817).
Kata Kunci : Outpatient parenteral antimicrobial treatment, ulkus diabetik, biaya, kepuasan pasien